jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 16, 2024

Berdasarkan informasi yang kami terima, ketujuh penyelenggara pemilu tersebut adalah anggota KPPS (KPPS), Sekretariat PPS (PPS), dan anggota Linmas.

Jember, Jawa Timur (JurnalPagi) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) wilayah Jember, Jawa Timur mencatat, sedikitnya tujuh penyelenggara pemilu yang tergabung dalam dewan sementara meninggal dunia sebelum atau sesudah pencoblosan pada pemilu 2024. .

“Data yang kami terima, ketujuh penyelenggara pemilu tersebut merupakan anggota KPPS, Sekretariat PPS, dan anggota Linmas,” kata Komisioner KPU Jamber Andy Vasis di kantor KPU setempat, Selasa.

Sebanyak lima anggota KPPS meninggal sebelum pencoblosan, yakni Mohammad Hafifi, anggota KPPS di Desa Pays, Kecamatan Silo, yang bunuh diri karena depresi, dan Fafan Andrik, anggota KPPS di Desa Jambar Ler, di kecamatan tersebut. Patrang. . Keduanya meninggal pada Januari 2024.

Kemudian pada Februari 2024, menjelang pemungutan suara, ada tiga KPPS yang meninggal dunia karena sakit, yakni Rani Asih Anggraerni, salah satu KPPS di Desa Jember Lor, Kecamatan Kaliwates. Risca Ayu Wulandari yang merupakan KPPS di kabupaten Gumukmas. dan Abd Latif Ismail yang merupakan KPPS di Kecamatan Kaliots.

Selain itu, Sekretariat PPS yang juga merupakan perwakilan langsung dari Desa Wringinagung, Kecamatan Jumbang, meninggal dunia saat pemungutan suara akibat kecelakaan kerja yakni tersengat listrik saat pengecekan suara atau pengeras suara di salah satu TPS. Desa setempat

BPJS: 63% anggota KPPS berisiko terkena darah tinggi

Andy Vasis mengatakan, “Yang meninggal dunia setelah mencoblos atau setelah melakukan penghitungan di TPS adalah Rasool yang merupakan anggota Linmas di Desa Virolgi, Kecamatan Sambarsari. Beliau meninggal rupanya karena kelelahan.”

Ia mengatakan, partainya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya penyelenggara pemilu yang ikut menyukseskan pesta demokrasi lima tahun di Jember.

Lanjutnya, KPU Jember telah mengantisipasi terjadinya kecelakaan kerja selama bertugas sebagai lembaga penyelenggara pemilu sementara dengan melibatkan seluruh lembaga sementara sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Semua akan kami daftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan agar bisa bekerja dengan tenang dan terlindungi BPJS Ketenagakerjaan jika jatuh sakit saat bekerja. Kami berharap tidak ada lagi penyelenggara pemilu yang kehilangan nyawa,” ujarnya.

KPU Jambar juga mendapat laporan anggota KPPS di Kecamatan Pakusari dirawat di rumah sakit karena sakit akibat kelelahan bahkan yang bersangkutan sempat dua kali dirawat di rumah sakit.

Dikatakannya: “Setelah penghitungan suara ulang di TPS yang bersangkutan, sempat dirawat di rumah sakit, kemudian sembuh, dan sekarang dirawat di rumah sakit lagi karena anggota KPPS ini mempunyai riwayat penyakit yang mudah kambuh.”

Satu Lagi Anggota KPPS Meninggal di Makassar
Khoufifeh: Anggota KPPS adalah Pejuang Demokrasi

Koresponden: Zamardon Salichah
Editor: Indra Gultom
Hak Cipta © JurnalPagi 2024