KPPU berpendapat bahwa DMA harus didiskusikan dengan pemangku kepentingan terkait

JAKARTA (JurnalPagi) – Wakil Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha Komersial (KPPU) Aru Armando menyatakan “UU Pasar Digital” perlu dibahas bersama pemangku kepentingan di Indonesia untuk mendorong perusahaan teknologi mengembangkan inovasi di sektor ekonomi digital.

“Menurut saya, undang-undang pasar digital di Indonesia harusnya dibahas oleh para pemangku kepentingan, KPPU, pemerintah dan tentunya para pelaku usaha di sektor ini,” kata Aro dalam sambutannya di sebuah acara di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Senin.

Menurut Aro, di UE, DMA diterapkan untuk menjaga persaingan usaha yang lebih adil di sektor ekonomi digital sehingga perusahaan teknologi tidak melakukan distorsi pasar yang tentunya dapat merugikan dari sisi konsumen.

Meski regulasi dibuat untuk melindungi konsumen, namun regulasi tidak boleh membatasi ruang gerak para pelaku usaha di bidang teknologi atau ekonomi digital untuk leluasa berinovasi karena justru memberikan manfaat bagi konsumen.

Kementerian Kominfo UE Siapkan DMA untuk Ciptakan Ekosistem Digital

Google Sediakan Opsi Berbagi Data Untuk Pengguna UE

“Nah, itu yang menarik. Jalan tengah antara melindungi konsumen dan tidak membatasi perusahaan teknologi untuk berinovasi menjadi pertanyaan besar bagi kita semua. Bahwa kita memerlukan regulasi, namun regulasi yang menghalangi perusahaan digital untuk berinovasi tidak membatasi masa depan. ” Dia menjawab ya.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan sedang mempelajari Digital Market Act (DMA) UE yang merupakan salah satu upaya mereka menyiapkan Peraturan Publik (PP) terkait penciptaan ekosistem digital.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan: “Kami sedang mempelajari UU Pasar Digital dan UU Layanan Digital di Eropa, nanti kami akan punya PP yang mungkin akan selesai pada kuartal ketiga atau keempat ini. tahun.” Samuel Abrijani Pangrapan, di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Jumat (26/1).

Peraturan pemerintah tentang ekosistem digital menjadi aturan pendukung Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan sedang mempelajari EU Digital Market Act (DMA) yang merupakan salah satu upaya mereka menyiapkan peraturan pemerintah (PP) terkait penciptaan ekosistem digital.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan: “Kami sedang mempelajari UU Pasar Digital dan UU Layanan Digital di Eropa, nanti kami akan punya PP yang mungkin akan selesai pada kuartal ketiga atau keempat ini. tahun.” , Samuel Abrijani Pangrapan, di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Pusat, Jumat.

Peraturan pemerintah tentang ekosistem digital menjadi aturan pendukung Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

PP tentang Mewujudkan Ekosistem Digital yang Sehat merupakan satu dari tiga PP turunan yang disusun Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mendukung UU Nomor 1 Tahun 2024.

PP tersebut akan dilanjutkan dengan muatan Pasal 40 A UU terkait perubahan kedua UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Tulisan ini menjelaskan bahwa menciptakan ekosistem digital berarti membuat kebijakan yang memungkinkan penyelenggara sistem elektronik (PSE) memiliki level playing field (kesempatan yang sama untuk berbisnis atau berinovasi).

Menurut Semuel, untuk membuat PP yang bisa mengakomodir terciptanya ekosistem digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika saat ini sedang mempelajari peraturan serupa di negara lain. Secara umum, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan merancang peraturan antimonopoli yang tidak hanya berlaku pada praktik bisnis, tetapi juga penggunaan teknologi, menurut Samuel.

Koresponden: Abdo Faisal
Diedit oleh: Zita Mirina
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *