Korea Selatan: Penghancuran Monumen Unifikasi Sebabkan Kebingungan Ideologi

Seoul (JurnalPagi) – Menteri Unifikasi Korea Selatan Kim Yong-ho mengatakan penghancuran monumen unifikasi yang dilakukan Korea Utara baru-baru ini dapat menciptakan kekosongan ideologi atau kebingungan di kalangan elit.

Kim yakin tindakan tersebut juga akan mendorong rezim Korea Utara untuk melakukan provokasi militer guna menstabilkannya.

Kim membuat pernyataan tersebut mengacu pada penghancuran monumen yang dilakukan Korea Utara baru-baru ini, yang didirikan untuk menghormati upaya menyatukan kedua Korea oleh mendiang pemimpin Korea Utara Kim Il-sung.

Kehancuran ini terjadi setelah pemimpin Korea Utara saat ini, Kim Jong-un, menyebut Korea Selatan sebagai “musuh utama” dan bersumpah tidak akan mengupayakan penyatuan kedua Korea.

Sementara itu, Menteri Unifikasi Korea Selatan Kim menilai pencabutan Monumen Unifikasi yang dilakukan Korea Utara dapat menimbulkan kekosongan ideologi atau kebingungan di kalangan elite sehingga mendorong rezim Korea Utara melakukan provokasi militer untuk menstabilkan situasi.

“Sangat mungkin menghilangkan prestasi Kim Il-sung dan (ayahnya) Kim Jong-il yang menjadi landasan kekuasaan turun-temurun akan menciptakan kekosongan atau kebingungan ideologi di kalangan elite Korea Utara,” ujarnya. Kim

Lanjutnya, jika terjadi konflik internal, kemungkinan besar akan berujung pada provokasi militer untuk menyelesaikan krisis tersebut.

“Pemerintah kami menangani situasi ini dengan sangat serius, dan kami telah menyiapkan langkah-langkah komprehensif untuk menanggapi masalah ini, termasuk tindakan militer,” kata Kim Yong-ho.

Menteri Unifikasi Korea Selatan juga menyampaikan bahwa penghapusan gambar Semenanjung Korea yang juga merupakan simbol penyatuan kedua Korea merupakan bagian dari rencana Korea Utara dengan tujuan untuk mencegah antusiasme masyarakat Korea Utara terhadap hal tersebut. orang Korea Selatan.

“Ini jelas menunjukkan bahwa Korea Utara kalah dari Korea Selatan dalam perebutan rezim,” kata Kim.

Sumber: Yonhap-OANA

Pengamat: Upaya Unifikasi Korea Semakin Berat Seiring Berjalannya Waktu

Ribuan Lansia di Korea Selatan Meninggal Saat Menunggu Lima Tahun untuk Bersatu Kembali dengan Keluarganya

Penerjemah: Kuntum Khaira Risvan
Redaktur: Yoni Arisandi Sinaga
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *