jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 16, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nizar Patria mengatakan kerja sama merupakan cara yang tepat untuk menyebarkan pendidikan kepada generasi muda untuk mengetahui, memahami, dan menguasai. Kecerdasan buatan (kecerdasan buatan/teknologi kecerdasan buatan).

Salah satu contoh kerjasama yang telah dicapai dalam bidang ini dan patut diapresiasi adalah Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika serta raksasa teknologi global.

“Saya kira ini adalah program yang sangat bagus untuk terus dikembangkan sehingga kita bisa menjaring lebih banyak talenta AI, khususnya generasi muda kita,” kata Nizar dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Kementerian Kominfo mengadaptasi penggunaan kecerdasan buatan berdasarkan regulasi negara maju

Menurut Nizar, kerja sama Kementerian Komunikasi dan Informatika dan USK akan memungkinkan mahasiswa belajar lebih maksimal tentang pengembangan bakat digital di bidang kecerdasan buatan. Mengingat potensi pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai solusi di Indonesia sangat besar, maka langkah kerja sama tersebut sudah tepat, namun masih sedikit yang mampu mengembangkannya.

Selain itu, perkembangan kecerdasan buatan juga menjadi fokus perhatian negara-negara di dunia. dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya. China di atas 50%, Amerika juga, Eropa juga. Namun pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia masih kurang dari 10% total PDB. Dan saya pikir kami benar-benar harus bekerja keras.

Da berpesan setidaknya ada lima kompetensi inti yang penting bagi seseorang yang ingin memanfaatkan AI secara luas. Kelima kompetensi tersebut adalah: kemampuan berpikir kreatif, berpikir analitis, literasi teknologi, berpikir sistematis dan operasionalisasi kecerdasan buatan. Informasi bagus (Mahadatha).

Ia berharap melalui kerja sama pemerintah, swasta, dan lembaga pendidikan, generasi muda dapat memiliki landasan dan memperkuat kompetensinya di bidang kecerdasan buatan.

“Ini jam lima Keterampilan (Keterampilan) utama yang setidaknya harus dimiliki oleh generasi abad 21. Jadi itu diperlukan Keterampilan ulang Dan Peningkatan keterampilan Nezar mengatakan akan membuka lapangan kerja baru di era disrupsi kecerdasan buatan ini.

Kerja sama yang dimaksud merupakan kerja sama antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama USK Banda Aceh dan Microsoft. Para pihak menandatangani perjanjian kerja sama di bidang pengembangan talenta digital, khususnya di bidang kecerdasan buatan.

Penandatanganan ini dilakukan pada Senin (26/2) dan dinilai Wamenkominfo sebagai langkah membuka lembaran baru program pengembangan talenta digital Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tahun 2024.

Wamenkominfo Mendorong Pola Pikir Adaptif Inovatif terhadap Pengembangan AI

Google Hentikan Sementara Kemampuan Gemini Menghasilkan Gambar Manusia dengan Kecerdasan Buatan

Kemendikbud: Berdiri dukung kompetensi generasi muda di bidang AI

Editor: Natisha Andarningtias
Hak Cipta © JurnalPagi 2024