KLHK mengamankan 55 kontainer kayu ilegal di Jawa Timur

Surabaya (JurnalPagi) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum LHK) kembali berhasil mengamankan 55 kontainer berisi kayu olahan Olin, Meranti, Bangkirai, dan hutan campuran, totalnya 77 ± 77 ± untuk mengamankan m3 di Pelabuhan Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, pada tanggal 2 hingga 8 Maret 2024.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum LHK Rasio Ridho Sani mengatakan, tindakan yang dilakukan hari ini sangat penting untuk menyelamatkan sumber daya alam (SDA) serta komitmen Indonesia dalam mengendalikan perubahan iklim melalui FOLU NET SINK 2030.

“Saya sudah perintahkan petugas Gakkum LHK untuk mengusut dan mengusut pihak-pihak yang terlibat dalam tindak pidana peredaran kayu ilegal. Masuk secara ilegaltermasuk pemodal kayu dan/atau penerima manfaat utama (Kepemilikan yang menguntungkan) kejahatan kayu ilegal dari Kalimantan.

Operasi penindakan tersebut menyusul pengaduan masyarakat terkait dugaan peredaran kayu ilegal yang diangkut MV PEKAN FAJAR dan KM PRATIWI RAYA dari Pelabuhan Tanjung Redep, Berau, Provinsi Kalimantan Timur menuju Pelabuhan Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur. Negara. Berdasarkan informasi tersebut, tim LHK Gakkum melakukan kegiatan informasi dan analisis data SIPUHH. Kayu ini diduga diperoleh dari hasil pembalakan liar.

Ratio Sunny menambahkan, seharusnya para pelaku bisa dijerat dengan Reserse Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kejahatan lingkungan hidup dan kejahatan kehutanan merupakan kejahatan yang berasal dari pencucian uang.

Kami akan segera berkoordinasi dengan Pusat Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan meminta dukungan Pusat Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menyelidiki alur transaksi keuangan hasil kejahatan kayu ilegal asal Kalimantan. kami percaya mencari uangRasio Sani menekankan: Setelah beredarnya uang, akan ditentukan pelaku lain.

Sementara itu, Plt. Direktur Pencegahan dan Keamanan KLHK Sustio Iriyono menyatakan, operasi ini merupakan salah satu kasus terbesar penggunaan dokumen SKSHH palsu dan penerbangan SKSHH untuk mengangkut kayu olahan gergaji (pacakan) yang diedarkan. Ke Surabaya, Gresik, Yogyakarta, Banten, Bali dan sekitarnya.

“Kami sangat berterima kasih atas kerja sama dan dukungannya Pemegang saham “(KPK, Kejati Jatim, Polda Jatim, Dinas Kehutanan Jatim, BPHL Wilayah VII, Lantamal V Surabaya, KSOP, Pelindo) serta masyarakat berupaya memberantas kegiatan ilegal tersebut,” tambah Sastio.

Koresponden: Kawat PR
Editor: Kawat PR
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *