Kiat untuk menghindari peluang kerja palsu

Jakarta (JurnalPagi) – Adanya platform digital semakin memudahkan pencari kerja untuk mencari lowongan kerja, namun harus berhati-hati karena beberapa lowongan kerja yang tersedia bisa saja palsu.

“Secara psikologis, orang-orang yang sangat mendesak untuk mencari pekerjaan kurang fokus untuk memeriksa iklan lowongan kerja, sehingga mereka kurang akurat dan memprediksi kemungkinan terjadinya situasi penipuan,” ujar direktur JobStreet tersebut. Situasi inilah yang dimanfaatkan oleh perusahaan palsu. Indonesia Varun Mehta, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu.

Kesempatan kerja palsu dapat mempengaruhi kondisi psikologis pencari kerja, mereka dapat kehilangan semangat untuk mencari kerja. JobStreet menawarkan enam tips untuk menghindari lowongan pekerjaan palsu.

Lebih dari 3.000 insiden “phishing” terjadi di Indonesia pada kuartal pertama 2022.

Ratusan NFT Hilang di OpenSea dalam Serangan ‘Phishing’

1. Pekerjaan yang sangat bagus
Iklan pekerjaan bisa palsu jika menampilkan skenario yang terlihat terlalu bagus, seperti gaji besar untuk pekerjaan ringan. Orang dengan sedikit pengalaman kerja atau mencari pekerjaan paruh waktu harus waspada terhadap tawaran semacam itu.

Saat mencari lowongan pekerjaan, periksa validitas alamat dan nomor telepon perusahaan. Saat meneliti perusahaan dan pekerjaan, cari informasi tentang posisi yang ditawarkan, seperti deskripsi pekerjaan dan gaji.

2. Hanya di jejaring sosial
Jika perekrut hanya menjangkau melalui media sosial, pencari kerja harus ragu-ragu. Perekrut dari perusahaan yang sah biasanya berkomunikasi melalui email, telepon, atau lamaran pekerjaan, platform yang mengungkapkan identitas asli mereka.

Beberapa perekrut mungkin mengirim pesan melalui media sosial sebelum beralih ke sarana komunikasi yang lebih formal.

3. Email yang mencurigakan
Juga, berkomunikasi melalui email tidak secara otomatis berarti bahwa perekrut itu sah. Pencari kerja harus memperhatikan isi email lowongan kerja dan alamat email perekrut.

Jika alamat email tidak terkait dengan perusahaan tempat perekrut bekerja, pencari kerja harus waspada karena ini mungkin merupakan lowongan kerja palsu.

4. Perekrut menginginkan informasi pribadi
Perekrut yang sah hanya tertarik pada hal-hal yang tercantum dalam CV pelamar, seperti pendidikan, keterampilan, dan pekerjaan. Berhati-hatilah jika perekrut meminta lebih banyak informasi pribadi yang membuat mereka tidak nyaman.

Informasi seperti rekening bank hanya boleh diberikan setelah diterima di perusahaan. JobStreet menemukan informasi pribadi yang sering diminta dalam lowongan kerja palsu, seperti KTP, SIM, kartu keluarga, fotokopi kualifikasi pendidikan, transkrip nilai dan NPWP.

Data tentang peluang kerja yang sah biasanya diminta ketika mereka melewati tahap wawancara.

5. Pekerjaan tanpa surat lamaran
Meski zaman sudah berubah, para pencari kerja harus waspada jika ada yang menelepon dan menawarkan pekerjaan, apalagi jika mereka belum pernah melamar posisi tersebut.

6. Perekrut meminta uang
Pencari kerja harus waspada terhadap perekrut yang meminta uang dengan janji upah yang lebih tinggi di masa depan. Menurut JobStreet, jika Anda harus membayar untuk melamar pekerjaan, itu mungkin palsu.

Tips mengidentifikasi dan menghindari peluang kerja palsu

PLN Waspadai Peluang Kerja Palsu

PANDI Sebut Ada 5.579 Laporan Phishing di Q2 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *