jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 25, 2024

INDOZONE.ID – Dedi Molyadi, tokoh yang dikenal memperjuangkan kepentingan petani dan pertanian, mengulangi pernyataannya soal harga beras.

Harga Beras di Simahi Tembus 18.000 Rial per Kilogram, Ini Harga Tertinggi Sepanjang Sejarah

Cek harga beras terkini

Gambar nasi (Freepik/jcomp)

Ia meninjau langsung harga beras di salah satu pasar Subang kemarin. Alhasil, meski harga beras naik, namun meski harga beras premium sudah mencapai 18.000 Rial per kilogram, stok beras biasa dan premium masih aman.

Setiap hari kita makan nasi dari nasi, namun seringkali kita lupa untuk menghormati sawah dan pekerja pertanian. Kita masih menginginkan harga beras yang murah, namun di saat yang sama, setiap hari kita melihat alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan, pabrik, atau pusat perbelanjaan. kata Dedi Molyadi.

Pelajaran penting tentang keberadaan pertanian

Gambar sawah pertanian. (Gratispik)

Menurutnya, hal ini harus menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak untuk tidak menganggap remeh keberadaan lahan pertanian. Berkurangnya lahan pertanian telah mempengaruhi produksi beras dan pada akhirnya akan mempengaruhi harga beras di pasaran.

Pria yang juga mantan Wakil Komisi IV DPR RI ini menegaskan, pola pikir masyarakat perlu diubah agar bisa mengalokasikan sumber daya keuangan secara bijak dan tidak terjerumus ke dalam konsumerisme buta.

Ditambahkannya: Kami melihat harga produk perawatan kulit, rokok, handphone, sepeda motor bahkan pakaian sedang naik, tapi kami tidak berkata apa-apa dan terus membeli, tetapi ketika harga beras naik, semua orang membuat keributan. Dan rasakan. bahwa dunia. Berakhir.”

Perbandingan nasi dengan perawatan kulit dan rokok

gambar nasi (Freepik)

Dedi Molyadi mencontohkan masyarakat rela merogoh kocek minimal 150 ribu toman per bulan untuk membeli paket perawatan kulit. Begitu pula dengan kebiasaan membeli rokok yang seharinya harganya minimal 20 ribu toman.

Namun jika uang tersebut dialokasikan untuk membeli beras, dengan harga saat ini minimal bisa membeli 10 kg beras.

Padahal, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian pada tahun 2022, rata-rata konsumsi beras per orang adalah 0,222 kg per hari, yang berarti 10 kg beras dapat memenuhi kebutuhan gizi sekitar. 40 hingga 45 untuk menutupi hari.

Ditegaskannya: Kebutuhan pokok harus diprioritaskan, bukan kebutuhan konsumen, lebih baik makan dengan sambal daripada tidak makan nasi.