jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 14, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Dokter spesialis mata dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional, Dr. Cipto Mangunkusumo menjelaskan gejala benjolan berbahaya di mata yang menandakan munculnya tumor.

Tumor dapat berkembang di mata, baik di kelopak mata, di permukaan bagian hitam mata, bagian putih mata, di belakang bola mata, dan masing-masing dapat menimbulkan gejala yang menandakan tumbuhnya tumor. . Mutmainah, Sp.M(K) dalam obrolan online yang digelar dari Jakarta, Selasa.

Menurutnya, benjolan pada mata yang menandakan tumor bisa muncul tanpa rasa sakit, disertai pertumbuhan bulu mata yang tidak normal, berwarna merah atau kuning, dan semakin hari semakin membesar.

Motamineh mengatakan: “Sering-seringlah bercermin agar kita mengetahui seperti apa kondisi alami mata. Bulu mata pada kelopak mata atas dan bawah harus tumbuh dalam garis yang teratur dan arah yang benar.”

Benjolan pada mata bisa bermacam-macam. Beberapa hal yang harus diwaspadai biasanya nyeri, bengkak, Balkan (sekret mata) tambahnya.

Dokter lulusan dokter spesialis kesehatan mata Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini juga menekankan perlunya mewaspadai munculnya tahi lalat di mata.

Menurutnya, tahi lalat dikhawatirkan membesar, terasa gatal, dan mudah berdarah jika disentuh, yang merupakan tanda adanya tumor.

Waspadai Gejala Tumor Kelopak Mata

Jika muncul benjolan atau tahi lalat yang mencurigakan di mata Anda, sebaiknya segera temui dokter.

Dokter melakukan serangkaian pemeriksaan seperti biopsi dan pemeriksaan radiologi menggunakan CT scan, MRI atau USG untuk mengetahui adanya tumor pada mata sebelum merekomendasikan pengobatan yang diperlukan.

Matamineh mengatakan: Pertama, tumor harus diketahui melalui biopsi, tidak perlu mengangkat seluruh tumor, bisa juga dengan terapi radiasi, kemoterapi, dan setiap pasien dirawat sesuai kondisi masing-masing.

Ia menjelaskan, tidak semua benjolan pada mata merupakan tanda tumor. Benjolan pada mata yang disertai rasa nyeri dan peradangan ringan, atau biasa disebut bengkak, bisa disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.

Lanjutnya: Kalau diagnosa dokter benjolan itu disebabkan oleh infeksi, biasanya diberi obat antiradang, kalau infeksi virus biasanya kita kasih obat untuk meredakan gejalanya, kalau infeksi bakteri, kita kasih. . Antibiotik, kata Mutmainah.

Ia berbagi tips menjaga kebersihan mata untuk mencegah infeksi, antara lain tidak mengucek mata dengan tangan kotor dan mencuci tangan terlebih dahulu atau menggunakan tisu saat menyentuh mata.

Selain itu, kita juga harus memperhatikan bentuk mata kita dan berkonsultasi ke dokter jika ada kelainan pada mata, kata Motamineh.

Penggunaan obat tetes menyebabkan katarak dan glaukoma
Jaga Kesehatan Mata dengan Metode 20 Hukum

Koresponden: Winnie Shofa Salma
Redaktur: Meriati
Hak Cipta © JurnalPagi 2024