jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 14, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Kehilangan orang yang dicintai dapat menyebabkan seseorang mengalami tahap stres psikologis. Meskipun stres psikologis umumnya dikaitkan dengan kesedihan, penting untuk dipahami bahwa kesedihan juga dapat menyebabkan gejala fisik, termasuk penyakit, kelelahan, nyeri, dan gangguan tidur.

Apa saja tanda-tanda kesedihan?

Gejala fisik kesedihan dapat berbeda-beda pada setiap orang dan bervariasi sesuai usia. Pada anak-anak, gejalanya antara lain sakit kepala, sakit perut, sulit tidur, mimpi buruk, dan perubahan nafsu makan.

Meskipun kesedihan adalah respons emosional yang normal terhadap kehilangan, gejala yang terus-menerus selama lebih dari enam bulan dapat mengindikasikan kesedihan jangka panjang, Medical Daily melaporkan pada hari Rabu. Kondisi ini dikaitkan dengan konsekuensi kesehatan yang lebih parah, termasuk risiko penyakit jantung, kanker, kecemasan, masalah tidur, dan gangguan stres pasca-trauma yang lebih tinggi.

Begini pengaruh kesedihan terhadap tubuh.

1. Imunitas : Sistem imun dapat merespon perubahan fisik lingkungan, sehingga ketika mengalami kesedihan dapat mempengaruhi imunitas seseorang dan membuat tubuh rentan terhadap infeksi. Ketika seseorang mengalami kehilangan individu, sistem kekebalan tubuh bekerja keras untuk melindungi mereka dari potensi ancaman sosial.

2. Peradangan: Pada beberapa orang, kesedihan dapat menyebabkan peradangan, yang dapat menyebabkan rasa sakit, kelelahan, kehilangan kesenangan, dan bermanifestasi sebagai penarikan diri dari pergaulan dan perilaku.

3. Nyeri: Untuk mengatur respon inflamasi dan mengoordinasikan sistem kekebalan tubuh selama periode stres, tubuh melepaskan protein yang disebut sitokin. Protein kecil ini dikaitkan dengan peningkatan kepekaan terhadap rasa sakit, yang mungkin berkontribusi pada rasa sakit fisik yang dialami saat berduka pada beberapa orang.

4. Kortisol: Orang yang mengalami kehilangan mungkin mengalami peningkatan kadar kortisol, hormon stres. Kortisol yang terus meningkat meningkatkan risiko penyakit jantung atau tekanan darah tinggi dalam jangka waktu yang lama.

5. Pencernaan: Stres karena kesedihan dapat mempengaruhi pola makan dan pencernaan. Orang mungkin mengalami gangguan makan, kram perut, diare, sembelit, sakit maag, dan sindrom iritasi usus besar.

6. Jantung: Pada masa-masa awal berduka karena kehilangan orang yang dicintai, kemungkinan terkena serangan jantung lebih tinggi dari biasanya. Pada beberapa orang, berita kehilangan yang tiba-tiba bisa memicu sindrom patah hati atau disebut juga kardiomiopati stres. Ini adalah suatu kondisi di mana otot jantung tiba-tiba mengalami syok atau melemah. Gejalanya mirip dengan serangan jantung dan dapat bertahan selama beberapa menit atau jam setelah peristiwa yang membuat stres secara emosional atau fisik.

Benarkah Menangis Mempengaruhi Kesehatan Kulit?

Berpelukan bisa menghilangkan stres

Menkes: Rekreasi Kunci Kesehatan Mental

Penerjemah: Pangeran Hanifa
Diedit oleh: Zita Mirina
Hak Cipta © JurnalPagi 2024