Kementerian Perdagangan memberikan kepastian hukum kepada 7.707 konsumen selama tahun 2023

Jakarta (JurnalPagi) – Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Perdagangan (PKTN) berupaya menjamin kepastian hukum dan perlindungan bagi seluruh konsumen Indonesia dengan menyampaikan 7.707 laporan selama tahun 2023.

“Meliputi 6.018 pengaduan konsumen, 1.274 pertanyaan, dan 415 informasi. Sebanyak 7.704 laporan pengaduan (99%) berhasil diselesaikan. Sedangkan tiga pengaduan dari sektor perumahan sedang diproses, kata Direktur Jenderal PKTN Kementerian Perdagangan Moga Simatupang di Jakarta, Jumat.

General Manager Moga mengatakan PKTN berkomitmen memberikan berbagai kemudahan layanan dan meningkatkan penanganan pengaduan sebagai wujud kehadiran pemerintah dalam mendukung konsumen.

Dijelaskannya, pengaduan konsumen yang diterima Kemendag dari berbagai saluran layanan, yakni aplikasi pesan WhatsApp di 0853 1111 1010, email [email protected], website di simpktn.kemendag.go.id, dan telepon melalui 3441839 (021). Pengaduan konsumen juga diterima melalui surat atau langsung menghubungi Kantor Umum PKTN.

Pengaduan konsumen meliputi sembilan sektor yaitu obat dan makanan, elektronik/kendaraan bermotor, jasa keuangan, jasa pariwisata, perumahan, listrik/gas, jasa telekomunikasi, jasa kesehatan, dan transportasi. Ia mengatakan: Selain itu, ada dua alat pendukung, layanan logistik dan e-commerce.

Lebih lanjut dikatakannya, Kementerian Perdagangan berkoordinasi dengan Kementerian/Organisasi, Pemerintah Provinsi yang bertanggung jawab di bidang perlindungan konsumen, Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dan Kepolisian dalam penyelesaian pengaduan konsumen.

Pengaduan konsumen dapat digolongkan terselesaikan apabila konsumen telah mendapat penjelasan dari pelaku usaha dan dipastikan bahwa pengaduannya telah terselesaikan.

“Jika ada kesepakatan antara pelaku usaha dan konsumen, maka pengaduan juga dinyatakan selesai. Apabila kedua belah pihak tidak menerima atau menyetujui, kami sarankan Anda mengajukan permohonan ke BPSK atau pengadilan. “Kemudian diumumkan bahwa pengaduan tersebut telah diproses di Kementerian Perdagangan,” jelas Moga.

Persentase layanan pengaduan konsumen terkait transaksi melalui sistem e-commerce/e-commerce masih menjadi yang tertinggi yakni sebanyak 7.019 layanan atau 91% dari total jumlah layanan konsumen yang diterima selama tahun 2023.

Keluhan mengenai transaksi e-commerce antara lain masalah pengisian inventaris, sistem pembayaran yang tidak jelas Pembayar dan kartu kredit, pengembalian uang (pengembalian uang) Pembelian barang yang tidak sesuai perjanjian atau rusak, serta barang yang tidak diterima konsumen. Pengaduan juga mencakup penipuan dan penggunaan aplikasi media sosial/platform yang tidak aktif.

Keluhan konsumen terbesar lainnya adalah sektor transportasi dan sektor elektronik kendaraan bermotor. Di sektor jasa transportasi, keluhan paling banyak adalah mengenai pembelian, permintaan refund, dan penjadwalan ulang.Menjadwalkan ulang) dalam tiket pesawat dan kereta api serta sewa mobil.

Sementara itu, pada sektor elektronik/kendaraan bermotor, keluhan konsumen terhadap barang tidak dijanjikan, barang rusak, dan klaim garansi ke service center lebih banyak terjadi.Pusat servis).

Kementerian Perdagangan akan melaksanakan tiga perjanjian perdagangan pada tahun 2023

Koresponden: Kuntum Khaira Risvan
Editor: Nooral Auliya Badar
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *