Kementerian Komunikasi dan Informatika mengoordinasikan platform untuk menjaga keamanan layanan dalam pemilu

Jakarta (JurnalPagi) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tengah mengkoordinasikan platform media sosial untuk semakin memperkuat layanannya menjelang pemilu 2024.

Hal ini dilakukan untuk memastikan lingkungan digital tetap kondusif terhadap serangan siber di hadapan Partai Demokrat.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Luar Negeri mengatakan: “Jadi kami berkoordinasi dan meminta mereka untuk memperkuat sistemnya. Karena bertanggung jawab untuk melindungi keamanan data dan layanan milik platform itu sendiri.” Komunikasi dan Informasi Usman Kansong saat dihubungi JurnalPagi, Rabu.

Tulisdem: Platform media sosial bertanggung jawab atasi misinformasi pemilu

Ia mencontohkan, salah satu tugas Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memastikan layanan media sosial tetap kondusif selama pemilu 2024, seperti melakukan koordinasi ketika kata kunci nama salah satu calon wakil presiden tidak mampu. Untuk mencari platform media sosial X.

Calon wakil presiden yang dimaksud adalah Mehfoud MD yang merupakan rival calon presiden nomor urut 2 Ganjar Pranu.

Kementerian Komunikasi dan Informatika pun segera menindaklanjuti laporan tersebut dan segera menanyakan bagaimana cara memulihkan keadaan tersebut.

Osman mengatakan, masalah tersebut segera ditindaklanjuti oleh X dan kata kuncinya kini telah ditemukan dan dapat diakses oleh pengguna platform.

Kematangan demokrasi tercermin di ruang digital pemilu 2024

Usman mengatakan: “Jadi yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah meminta mereka (platform) media sosial memprediksi hal-hal tersebut. Karena platform yang bisa memprediksi permasalahan terkait adalah platform”

Langkah serupa juga akan dilakukan pada debat calon presiden kelima yang rencananya akan digelar pada Minggu, 13 Februari 2013.

Platform media sosial dituntut untuk melestarikan ruang digital agar tetap dapat diakses oleh masyarakat luas dan dapat digunakan secara bebas untuk mengekspresikan kebebasan berpendapat.

Di akhir, Osman mengatakan: “Debat kelima sama dengan debat kemarin. Tidak boleh ada masalah seperti debat kemarin. Interaksi tribun dengan peserta dan tribun terbuka sebagai sarana penyampaian keinginan dan pendapat.”

Pemerintah berkomitmen melindungi hak individu di ruang digital untuk demokrasi

Redaktur : Siti Zulikha
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *