Kementerian Komunikasi dan Informatika mendukung pencanangan komitmen kebebasan pers pada pemilu 2024.

Jakarta (JurnalPagi) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mendukung penuh Deklarasi Komitmen Kebebasan Pers dan Pemilihan Umum yang Damai, Jujur, dan Adil yang dibuat di Dewan Pers.

Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Waman Kominfo), menyatakan dukungan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk mewujudkan demokrasi di Indonesia.

Insya Allah kebebasan pers menjadi indikator penting selama reformasi sedang berjalan dan komitmennya sangat kuat setelah melalui beberapa pemimpin nasional, kata Nizar dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Anggota DPR Harap Pers Jaga Pemilu dan Bangun Demokrasi yang Bermartabat

Nezar mengatakan, reformasi di Indonesia memiliki Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers sebagai garis batas yang jelas dalam demokratisasi di Indonesia. Dengan berfungsinya sistem pemerintahan demokratis, pers mempunyai lebih banyak kebebasan untuk berekspresi.

Selain itu, ia mengatakan para pemimpin negara pada masa sistem demokrasi di Indonesia juga berkomitmen kuat dalam menjaga independensi pekerja media.

“Komitmennya masih cukup kuat dan kami berharap kedepannya semakin baik,” ujarnya.

Dalam konteks pemilu 2024, Nizar berharap pemilu 2024 bisa menjadi pesta demokrasi yang berkualitas dan menjadikan seluruh bangsa Indonesia menjadi negara yang lebih maju. Tentunya hal ini diharapkan dapat terwujud demi kebebasan pers di Indonesia.

Pakar Komunikasi: Pers Bantu Jaga Suksesi Kepemimpinan

Wamenkominfo mengatakan, tentunya hingga pemilu 2024 nanti kita sangat mengharapkan persaingan yang jujur, persaingan yang sehat, dan tentunya pemilu yang damai.

Ninik Rahayu, Ketua Dewan Pers, mengatakan kebebasan pers bukanlah hal yang mutlak. Menurutnya, kebebasan pers akan menghadapi dinamika dan tantangan baik dari dalam ruang pers maupun dari luar.

“Perkembangan teknologi digital dan media sosial memberikan ruang yang sangat luas bagi tumbuhnya informasi, misinformasi, dan disinformasi. Situasi ini menantang pers untuk menjadi klarifikasi dan satu-satunya sumber informasi, kata Ninick.

Menkominfo tegaskan peran sentral pers saat menyambut HUT ke-78 berdirinya PWI.

Redaktur : Siti Zulikha
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *