Kementerian Komunikasi dan Informatika memperingatkan OTA asing yang tidak terdaftar di PSE

Jakarta (JurnalPagi) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengeluarkan teguran kepada Agen perjalanan online (OTA) Orang Asing yang beroperasi di Indonesia namun belum mematuhi aturan pendaftaran jasanya sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).

Ketentuan pendaftaran OTA sebagai PSE tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 10 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Swasta (PM Kominfo 5/). 2020).

Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengirimkan 6 (enam) surat peringatan di bidang pemantauan dan penegakan hukum terkait kepatuhan persyaratan pendaftaran. Agen perjalanan online (OTA) itu asing.”

Enam OTA yang dikutip Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah Booking.com, Agoda.com, Airbnb.com, Klook.com, Trivago.co.id, dan Expedia.co.id.

PHRI bahas dampak OTA asing terhadap pertumbuhan pariwisata

Surat peringatan tersebut telah dikirimkan sejak Selasa (6/3) dan OTA asing tersebut wajib mendaftar di PSE Private Scope sesuai ketentuan hukum dalam jangka waktu paling lama lima hari kerja sejak tanggal pengiriman surat.

Pemerintah dapat membantu pendaftaran berdasarkan tanggapan dan permintaan OTA asing.

Apabila 6 PSE lingkup swasta asing tidak merespons surat peringatan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika dapat Memberikan sanksi administratif berupa penghentian akses (Blokir akses) ke sistem elektronik.

Kebijakan Pendaftaran PSE pada dasarnya merupakan mekanisme pendataan PSE yang memberikan layanannya di Indonesia guna menciptakan ekosistem digital Indonesia yang aman dan andal.

PSE swasta yang wajib mendaftar harus menyampaikan informasi identitas penyelenggara, nama sistem elektronik, dan URL resmi. situs webjenis data pribadi yang diproses, tempat data tersebut dikelola atau diproses.

Dengan mendaftar, masyarakat bisa mengetahui PSE mana yang melayaninya.

Mengingat pentingnya peran registrasi dalam membangun ekosistem digital nasional, maka setiap PSE Private Scope yang tidak memenuhi kewajiban registrasi dapat dikenakan sanksi administratif berupa pemutusan akses sistem elektronik. (memblokir akses).

Sinergi E-commerce dan OTA Pertama, Ini Keuntungan Bagi Pengguna

PSE adalah penyedia jasa yang mempunyai portal, situs atau aplikasi di Internet yang digunakan untuk menyediakan, mengelola dan/atau melaksanakan penawaran dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa.

OTA termasuk dalam kategori ini, dan meskipun berasal dari luar negeri namun berbisnis di Indonesia, tetap wajib mendaftar sebagai PSE Private Scope.

Kementerian Komunikasi dan Informatika memberikan informasi lebih lengkap mengenai pendaftaran PSE Lingkup Privat yang dapat diakses di s.id/pensistemanpseprivat.

Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga telah membuka layanan dukungan pendaftaran PSE Scope secara privat melalui telepon di ekstensi 159 3, WhatsApp di 6822-1945-0815, email di [email protected] telah dibuka. Dan akses melalui video conference https://pse.kominfo.go.id/registrasi-zoom.

Apabila dirasa belum cukup, PSE dapat langsung mendatangi help desk tatap muka di Ruang Layanan Pendaftaran PSE Lantai 18 Gedung Midpoint Place. Jl. H. Fachrudin No.26, RT.9/RW.5, Kp. Bali, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10250.

Kemenparekraf Gandeng OTA Dorong Peningkatan Pariwisata

Redaktur : Siti Zulikha
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *