Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan GCSI untuk mengatasi disinformasi

Jakarta (JurnalPagi) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berkolaborasi dengan British Government Communication Service International (GCSI) untuk memerangi disinformasi melalui penyiapan komunikasi strategis pemerintah.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong mengatakan kerja sama tersebut dinilai penting mengingat misinformasi semakin merajalela di ruang digital.

“Saya kira kolaborasi ini sangat penting karena di era digital kita sedang menghadapi sesuatu yang disebut disrupsi informasi,” kata Osman dalam keterangan resminya, Jumat.

Sumber Daya Manusia Harus Perkuat Kompetensinya untuk Perkuat Komunikasi Strategis Pemerintah

Komifo mengingatkan misinformasi politik melemahkan kualitas demokrasi

Salah satu bentuk kerja sama yang diwujudkan untuk memerangi disinformasi adalah lokakarya bersama bertajuk “International Strategic Communication Workshop Series” yang diadakan di Jakarta.

Workshop yang dirancang selama tiga hari ini digelar dengan dihadiri 20 peserta dari kementerian dan lembaga kehumasan.

Menurutnya, dalam lokakarya ini perwakilan Indonesia dan Inggris mempunyai pengalaman dan kerangka dalam menghadapinya Gangguan informasi atau kekacauan informasi

“Untuk merumuskan strategi membuat program penanganan misinformasi di era digital. Ini bisa dijadikan bahan bagi Indonesia dan mungkin Inggris untuk menyusun strategi komunikasi yang lebih baik,” ujarnya.

Ke depan, banyak kolaborasi yang dapat terjalin untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama antara Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan GCSI di bidang komunikasi publik dan komunikasi digital.

Salah satunya adalah dengan melakukan studi banding agar perwakilan Indonesia dapat mempelajari secara dekat bagaimana negara lain mengelola sektor komunikasi publik dan komunikasi digital.

Kita bisa ke Inggris (studi banding terencana). Karena Inggris memiliki sesuatu yang disebut komunikasi keamanan nasional, maka kita dapat belajar dari Inggris bagaimana menggerakkan komunikasi pemerintah dalam kerangka tersebut keamanan“, jelasnya.

Direktur Jenderal Osman Kansong menjelaskan Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menindaklanjuti hasil lokakarya tersebut dengan langkah-langkah khusus. Menurut dia, Kementerian Kominfo akan membuka akses peserta dari kementerian dan lembaga lain.

Dikatakannya: “Karena jumlahnya hanya 20 orang, sebagian besar dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, walaupun ada juga dari kementerian lain, tapi nanti bisa kita libatkan lebih luas lagi.”

Selain studi banding dan lokakarya lanjutan, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan mengambil langkah nyata dengan membentuk tim komunikasi krisis.

“Wamenkominfo Nezar Patria-red) sudah memerintahkan kami untuk mengumpulkan peserta lebih banyak bengkel Terutama dari Kominfo untuk mengimplementasikan apa yang didapat. Pada akhirnya, dia berkata: “Karena yang terpenting adalah eksekusi.”

Kominfo Segera Luncurkan IKNpedia Untuk Berbagi Informasi IKN Terkini

Dirjen IKP: Desa siapkan SDM yang kompeten gunakan sistem informasi

Diedit oleh: Zita Mirina
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *