jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 16, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Bidang Gizi Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan, M. Fauzi mengatakan, pelatihan terhadap petugas kesehatan mengenai pelayanan dan cara berkomunikasi dengan masyarakat perlu dilakukan agar para orang tua mau datang ke Posiando untuk mendapatkan imunisasi. .

Kebiasaan buruk petugas kesehatan di masyarakat sebaiknya dimulai dengan pendekatan yang lebih baik, pujian, bukan menghakimi, materi pelatihan bagaimana petugas berkomunikasi dengan masyarakat, kata Fauzi dalam diskusi terkait kesehatan ibu dan anak di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan, petugas kesehatan di Posiando seringkali memiliki cara komunikasi yang buruk atau mengecualikan ibu dan anak yang menderita penyakit tertentu. Fauzi menyebut hal tersebut menjadi salah satu penyebab para ibu enggan atau jarang membawa anaknya ke Posiando untuk memantau tumbuh kembangnya.

Dinkes Sleman Luncurkan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer

Fenomena ini dapat mempengaruhi kejadian singkat yang tidak diketahui dan menjadikannya fenomena gunung es, karena apa yang terekam di lapangan bisa sangat berbeda dengan fakta sebenarnya.

Faktanya, masyarakat yang memiliki gangguan kesehatan jarang datang (ke Posiando). Dia berkata: “Ini adalah masalah dan fenomena gunung es. Kadang-kadang, jika kita melihat catatan laporan kami, pendeknya pertumbuhan memang kecil, namun ketika kita memeriksa wilayah tersebut, angka-angka ini berlipat ganda.

Ia berpendapat bahwa mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, mandiri, dan berkeadilan memerlukan kerja sama beberapa sektor, termasuk sektor swasta. Ia juga mengapresiasi pihak-pihak yang telah melaksanakan program yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hidup sehat, khususnya kesehatan ibu dan anak.

Pemprov Kalteng Gerakkan Pokjanal Sukseskan Kebangkitan Posyandu

Program seperti imunisasi yang tepat waktu dan menyeluruh, perilaku cuci tangan pakai sabun, dan gizi yang baik diharapkan dapat meningkatkan perilaku positif yang dapat bersinergi dengan program pemerintah.

Pemantauan pasca implementasi di lapangan juga diperlukan untuk memastikan implementasi dan pemantauan berjalan lancar.

Beliau mengapresiasi Unilever, Gavi Vaccine Alliance dan The Power of Nutrition yang telah mendirikan proyek percontohan untuk memberikan cakupan imunisasi dan nutrisi serta cuci tangan pakai sabun sebagai tiga pilar yang dapat membantu mengurangi stunting di Indonesia.

Ini salah satu bentuk kerja sama keluarga SIGAP untuk meningkatkan sektor kesehatan. Harus dipersiapkan sekarang juga untuk Indonesia Sehat di tahun 2045,” ujarnya.

Tak Ada Pociando yang Mencapai Suku Badui di Kawasan Kumuh,

Koresponden: Fitrah Asy’ari
Redaktur : Siti Zulikha
Hak Cipta © JurnalPagi 2024