jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 22, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rin Rondono berencana menjadikan pengenalan vaksin demam berdarah sebagai program nasional untuk mencegah wabah demam berdarah pada tahun 2025.

“Kita akan diskusikan dengan ITAGI (Kelompok Penasihat Teknis Vaksinasi Indonesia). Tentu kita harus bicara dengan kementerian seperti Bapanas, karena ini terkait dengan pembiayaan, karena setiap vaksin baru harus dimulai dari pengenalan. Maxi Di Jakarta , Rabu, dia berkata: “Kita akan melihat pengenalan vaksin demam berdarah tahun depan.”

Maxey mengatakan, meski berencana memperkenalkan vaksin tahun depan, pemerintah, tambahnya, juga akan mengizinkan daerah dengan kemampuan keuangan Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang memadai untuk memperkenalkan vaksin demam berdarah.

Ingat “HELLO” untuk mengetahui vaksin apa yang dibutuhkan tubuh Anda

“Kabupaten juga sudah kita izinkan, bahkan pengenalannya sudah dimulai di kabupaten tertentu yang kemampuan keuangan APBDnya bagus, seperti Kaltim. Kabupaten yang bersedia dipersilakan,” ujarnya.

Menurutnya, prediksi vaksin demam berdarah menjadi program nasional sangat bergantung pada hasil peluncurannya.

Vaksin demam berdarah direkomendasikan oleh Persatuan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) untuk diberikan dalam dua dosis pada usia enam hingga 45 tahun sebagai pencegahan demam berdarah.

Jarak antara pemberian vaksin pertama dan kedua adalah tiga bulan. Setelah itu, vaksinasi ulang tidak perlu dilakukan empat tahun kemudian, karena antibodinya masih tinggi.

Kemudian berbicara tentang upaya pencegahan penyebaran penyakit demam berdarah, salah satu yang coba dilakukan pemerintah adalah dengan menyebarkan jentik nyamuk Aedes aegypti yang mengandung bakteri Wolbachia. Maxey mengatakan sejumlah fasilitas kini sudah mampu memproduksi teknologi tersebut, termasuk laboratorium milik UGM, Labkesmas di Salatiga.

“Lima kabupaten/kota (sebagai pilot project penerapan teknologi nyamuk Aedes aegypti dengan Wolbchia), setelah itu kita akan lihat lagi tahun ini karena kapasitas produksi telur kita masih terbatas,” kata Maxey.

Vaksin DBD Sudah Ada, Ini Batasan Usia Penerimanya

BRIN Usul Pemerintah Wajibkan Vaksinasi DBD

Vaksin DBD Kini Bisa Diberikan di Indonesia, Apa Syaratnya?

Koresponden: Lia Vanadriani Santosa
Editor: Natisha Andarningtias
Hak Cipta © JurnalPagi 2024