jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 25, 2024

Kupang (JurnalPagi) – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur memberikan amnesti kepada 1.867 narapidana (WBP) di Nusa Tenggara Timur untuk menyambut Natal 2022.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemankumam Nusa Tenggara Timur Herman Saviran di Kupang, Sabtu, mengatakan, yang diberikan pembebasan adalah narapidana yang berhak mendapatkan grasi.

“Jadi yang mendapatkan recovery, baik recovery khusus saya maupun recovery langsung gratis, adalah yang telah memenuhi syarat recovery, sehingga WBP tidak akan menerima recovery secara sembarangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jumlah WBP yang mendapatkan kesembuhan khusus I atau pemulihan bebas tidak langsung mencapai 1.866 WBP, sedangkan yang langsung dipulangkan hanya satu orang.

Herman menambahkan, 1.866 orang telah sembuh, termasuk 413 orang yang mendapat 15 hari pemulihan.

Kemudian 1032 orang akan menerima sebulan, 328 orang akan menerima pemulihan 15 hari per bulan, dan 93 orang akan menerima pemulihan dua bulan.

Kepala Kanwil Kemenkumham NTT Marciana De Jon mengatakan grasi diberikan kepada terpidana atau pelaku tindak pidana anak yang berperilaku baik, menandakan tidak ada tindakan disipliner dalam 6 (enam) bulan terakhir.

Selain itu, ia pernah mengikuti program pendampingan yang diselenggarakan oleh lembaga pemasyarakatan yang sudah mapan.

Marciana melanjutkan, pemberian pembebasan juga dimaksudkan untuk mempercepat proses reintegrasi sosial agar narapidana dapat segera kembali ke masyarakat.

Tujuan reintegrasi sosial dalam menjalani pidana penjara adalah adanya perhatian yang sama antara masyarakat dan narapidana.

Menurutnya, narapidana harus mendapatkan kesempatan yang luas untuk bersosialisasi dengan masyarakat, dan di sisi lain masyarakat harus ikut aktif mendukung pembinaan narapidana sebagai bentuk tanggung jawab sosial.

Bantuan khusus Idul Fitri ini diharapkan dapat menjadi bahan pemikiran dan motivasi bagi WBP untuk selalu mengevaluasi diri dan terus berusaha menjadi lebih baik.

Koresponden: Cornelis Kaha
Editor: Agus Setivan