Kemenkominfo mengidentifikasi domain pemerintah yang disusupi oleh situs perjudian

Jakarta (JurnalPagi) – Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mengidentifikasi kasus penggunaan domain pemerintah yang berisiko untuk situs perjudian dan pornografi.

Usman Kansong, Direktur Jenderal Informasi Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan kepada JurnalPagi: Kementerian Komunikasi dan Informatika dan PANDI telah mengidentifikasi penggunaan domain pemerintah untuk perjudian dan pornografi dan telah memperingatkan para pengelola domain masing-masing. Rabu.

Osman menjelaskan, pengelolaan konten domain (website) yang dipublikasikan sesuai dengan peraturan terkait sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengelola domain dari instansi terkait.

BSSN Lindungi Website Pemerintah Dari Retribusi Judi Online

Domain yang berisiko umumnya adalah subdomain yang tidak lagi dikelola secara efektif oleh agensi tetapi tidak dihapus.

Intrusi bisa terjadi karena beberapa alasan, antara lain tidak menghapus domain atau subdomain yang sudah tidak digunakan lagi oleh instansi, ujarnya. Sistem manajemen konten (CMS) yang manajemen keamanannya tidak dikelola dengan baik dan kemampuan sumber daya manusianya terbatas.

Tentang penggunaan domain pemerintah yang disusupi untuk situs perjudian dan pornografi, Usman mengatakan pihaknya telah mengambil langkah-langkah untuk memberantasnya.

Dikatakannya: Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengeluarkan surat edaran dan menangguhkan domain yang tidak memperhatikan surat edaran sesuai aturan yang berlaku.

Kementerian Komunikasi dan Informatika juga bekerja sama dengan Badan Siber dan Kriptografi Nasional (BSSN) untuk memberikan keamanan informasi kepada administrator domain atau situs web pemerintah, kata Usman.

Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga melakukan patroli siber terhadap penyalahgunaan domain atau website pemerintah untuk tujuan selain regulasi yang semestinya.

Sebelumnya, dalam beberapa bulan terakhir ditemukan situs-situs dari pemda, sekolah, dan universitas yang memuat konten judi online.

Bahkan BSSN mengungkapkan kasus serupa telah ditemukan sejak Desember 2022.

Dalam temuan BSSN, ditemukan 291 website milik PSE publik yang terpapar konten judi online, dengan rincian 30 website milik pemerintah, 38 website milik sekolah, dan 68 website milik universitas.

Kemenkominfo Ungkap Langkah Menangkal Situs Pemda yang Disusupi Judi Online.

BSSN Tawarkan Saran Situs Pemda yang Berisi Perjudian Online

Kemenkominfo mengumumkan kendala pemberantasan situs judi online.

Koresponden: Fetor Rochman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *