Kemenkeu: Kenaikan prakiraan IMF menunjukkan bahwa RI masih titik terang

Pemerintah terus berupaya menjaga momentum perbaikan dan stabilitas perekonomian nasional

Jakarta (JurnalPagi) – Kepala Badan Kebijakan Fiskal (Kemenko) Kementerian Keuangan Fabrio Kakaribo mengatakan kenaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Dana Moneter Internasional (IMF) menunjukkan Indonesia masih menjadi salah satu titik terang. dari situasi global yang tidak pasti

dalam laporan Prospek ekonomi global Pada edisi April 2023, OJK menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2023 dari 4,8 persen menjadi 5 persen, dan prakiraan tahun 2024 cukup sehat di angka 5,1 persen.

Fabrio mengatakan dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat: “Pemerintah terus berupaya menjaga momentum pemulihan dan stabilitas ekonomi nasional.”

Menurutnya, dengan pangsa permintaan domestik yang besar, berbagai upaya pengendalian inflasi agar inflasi tetap berada pada level yang moderat sangat vital untuk terus menjaga momentum pemulihan ekonomi dan daya beli masyarakat.

Ke depan, International Monetary Fund mempertimbangkan berbagai risiko ekonomi global yang masih berpotensi dominan pendaratan keras Jika risiko meningkat, risiko utamanya adalah tekanan sektor keuangan, tekanan utang, eskalasi perang di Ukraina yang dapat menaikkan harga komoditas, tingkat inflasi inti yang masih tinggi, dan fragmentasi geoekonomi.

Beberapa rekomendasi kebijakan dari Dana Moneter Internasional untuk negara-negara yang memimpin dalam ekonomi global yang menantang termasuk bahwa kebijakan moneter yang akomodatif dapat berlanjut dengan tetap menjaga stabilitas keuangan, dan dukungan keuangan terus melindungi kelompok yang paling rentan dengan tetap menjaga stabilitas keuangan sebagai kontrak prioritas.

Kemudian, lembaga yang berbasis di Washington DC, AS ini juga merekomendasikan pentingnya penguatan kebijakan struktural dan kerja sama multilateral guna menciptakan ekonomi global yang lebih tangguh.

Menghadapi berbagai ketidakpastian, Fabrio mengatakan pemerintah Indonesia berkomitmen kuat untuk melanjutkan berbagai kebijakan yang berhati-hati namun tetap mendukung penguatan basis ekonomi.

Pada tahun 2022, defisit fiskal Indonesia telah kembali ke bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), setahun lebih awal dari rencana semula, mencerminkan kehati-hatian dan kredibilitas di tengah meningkatnya risiko global.

Namun, APBN tetap fokus pada beberapa bidang kritis seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan perlindungan sosial, percepatan infrastruktur, peningkatan efektivitas desentralisasi fiskal, dan reformasi birokrasi.

“Ke depan, Pemerintah Indonesia akan terus menerapkan kebijakan antisipatif dalam menghadapi gejolak ekonomi global, sekaligus mengawal agenda pembangunan jangka menengah, termasuk melalui reformasi struktural,” tutup Fabrio.

BI: Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tangguh di tahun 2023
Ekonom Independen Perkirakan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04% di 2023
Irlanga: Perekonomian Indonesia Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global

Koresponden: Agatha Olivia Victoria
Editor: Biqwanto Situmorang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *