jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 16, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyebut fashion show penting bagi tumbuhnya industri fesyen lokal, khususnya fesyen muslim.

Mohamed Niel Al-Himam, Wakil Presiden Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, ditemui pada hari Jumat saat pembukaan acara Simple Fashion atau Busana Muslim, ZALORAYA 2024 di pusat perbelanjaan Atrium utama di Kota Casablanca, Jakarta. bahwa perhelatan fashion tersebut dapat membuka pasar yang lebih luas bagi brand lokal.

Peragaan busana dan acara fesyen serupa sangat penting untuk memperluas pasar dan menumbuhkan industri fesyen lokal, kata Heimam.

Zalora sambut Idul Fitri berkolaborasi dengan desainer busana muslim

Pengusaha Fashion Ungkap Prediksi Tren Fashion Muslim di Hari Raya Idul Fitri

Menurutnya, industri fesyen muslim Tanah Air mempunyai potensi besar dalam membantu perekonomian, sehingga juga dapat menciptakan lapangan kerja baru.

Menurut Himam, nilai pasar jilbab khusus mencapai 91 triliun dolar pada tahun lalu. Angka tersebut belum termasuk kategori industri fesyen muslim Indonesia lainnya.

“Nilai pasar busana muslim lokal terus meningkat, data tahun lalu untuk hijab saja, nilai pasar di Indonesia mencapai $91 triliun, tentu bukan angka yang kecil,” ujarnya.

Pertunjukan ZALORAYA 2024 di Kota Casablanca, Jakarta, Jumat (23/2/2024). (JurnalPagi/Pamela Sakina)




Selain itu, Himam berharap ZALORAYA 2024, fashion show yang digelar menyambut Idul Fitri 2024, bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para desainer dalam negeri.

“Jadi menurut saya ini adalah kesempatan bagi teman-teman, khususnya desainer dalam negeri, untuk meraih pangsa pasar yang luar biasa, dan nyatanya kita juga bercita-cita menjadi pusat fesyen rendah hati dunia atau pusat fesyen muslim dunia,” imbuh Himam.

ZALORAYA 2024 digelar selama sepuluh hari mulai 23 Februari hingga 3 Maret 2024 bekerja sama dengan sembilan desainer dan 12 brand fesyen muslim lokal.

Kesembilan desainer Indonesia tersebut adalah: Vivi Zubedi, Geulis, Benang Jarum, Nada Puspita, Klamby, Ria Miranda, Kamila oleh Itang Yunaz, Pratinjau oleh Itang Yunaz, Ria Atelier dan Embara.

Acara ini membuka pintu bagi para perancang busana muslim lokal untuk menampilkan karyanya di malam Ramadhan yang kesemuanya akan dipasarkan di e-commerce domestik dan global.

Tren Busana Muslim 2024 Sebagai Rujukan Busana Idul Fitri

Brand Fashion Muslim Inspirasi Wanita dengan Produk Kolaborasi

Koresponden: Pamela Sakina
Diedit oleh: Zita Mirina
Hak Cipta © JurnalPagi 2024