Jumlah sapi yang terjangkit LSD di Seragan masih terus meningkat

Sragen (JurnalPagi) – Jumlah sapi yang tertular di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah penyakit kulit massal (LSD) atau penyakit kulit kasar terus meningkat setelah penularannya meluas.

Di Seragen, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Seragen, Toto Sukarno mengatakan, sejauh ini ada 350 ekor sapi yang terkontaminasi LSD. Transisi telah terjadi di hampir semua sub-wilayah.

“Semakin hari semakin sering. Penularannya melalui gigitan serangga, nyamuk, lalat besar, dan kutu. Jika Anda menggigit sapi yang sakit dan terus menggigit sapi lain di dalam kandang, penularan terjadi. Kulit menjadi mrentul-mrentul (benturan),” katanya.

Dia mengatakan: Saat ini, belum ada laporan resmi tentang hilangnya sapi yang terinfeksi virus ini. Namun, ia mendapat informasi ada sapi mati yang terjangkit LSD di kawasan Samberlawang.

“Informasi kemarin satu orang meninggal, tapi kami belum tahu apa penyebabnya,” ujarnya, PMK gelombang dua. “Kami belum ada kajian di sana.”

Mengenai pengobatan, menurutnya, sapi-sapi itu diberi antibiotik, antiparasit, dan antihistamin.

“Penyembuhan virus ini adalah dengan meningkatkan kesehatan sapi. Kalau antisipasi virus, gunakan vaksin,” ujarnya.

Dibutuhkan sekitar dua minggu hingga satu bulan untuk sembuh.

“Sudah sebulan, kulitnya kembali mulus, tidak ada benjolan,” ujarnya.

Selain itu, sapi dengan LSD berperilaku seperti sapi dengan penyakit mulut dan kuku (FMD), yaitu diisolasi dari sapi yang sehat. Selain itu, vaksin PMK dan LSD telah diberikan kepada petugas lapangan.

Dia berkata: “Jika ada kasus di satu desa, desa lain harus divaksinasi. Akhir Desember lalu, saya minum 4.000 dosis, ada yang disuntikkan ke sapi, ada yang tidak.”

Namun jumlah tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan wilayah Saragan yang berpenduduk 90.000 ekor sapi.

Sementara itu, kata dia, kasus tersebut pertama kali ditemukan pada 14 Desember 2022 di Desa Baleharjo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen.

“Ada laporan lain sejak itu,” katanya. *** 1 ***

Koresponden: Aris Vasita
Diedit oleh: Adi Belvardi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *