Jokowi: Saya tidak bisa ikut campur dalam proses hukum yang sedang berjalan

Jakarta (JurnalPagi) – Presiden Joko Widodo menyatakan tidak bisa ikut campur dalam proses hukum yang sedang berjalan, termasuk kasus Baharada Richard Eliezer yang dituntut 12 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus pembunuhan New York. Prancis Brigadir Jenderal Yusua Hotabarat. .

Jokowi mengatakan hal itu sebagai jawaban atas permintaan ibunda Bharada Richard Eliezer tentang kekebalan hukum bagi anaknya.

“Saya tidak bisa ikut campur dalam proses hukum yang sedang berjalan,” kata Jokowi usai meninjau Proyek Limbah Sungai Kiliwong hingga Kanal Banjir Timur, Jakarta Timur.

Jokowi menegaskan, semua pihak harus menghormati proses hukum yang berlaku di lembaga pemerintahan manapun.

Hal itu, kata dia, berlaku untuk semua kasus hukum, tidak hanya kasus pembunuhan Nofrancia Yusua Hotabarat yang menjerat mantan Kabag Profesi dan Pengamanan Polri, Freddy Sambo (FS).

Jokowi mengatakan, “Tidak hanya kasus FS saja, untuk semua kasus tidak boleh (campur tangan) karena kita harus menghormati proses hukum di lembaga pemerintahan yang sedang berjalan.

IKAPII, Nilai Hukuman Richard Eliezer Harus Lebih Ringan

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (JPU) telah meminta agar Richard Eliezer atau Bharata divonis 12 tahun penjara. Jaksa menilai Bharada E terlibat secara hukum dalam kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat.

“Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memeriksa dan mengadili kasus ini diminta untuk memutuskan menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara dan masa tahanan bagi terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumio. Terdakwa tetap dalam tahanan. .”

Jaksa menyalahkan Eliezer atas pembunuhan Joshua. Dalam dakwaan tersebut, Eliezer melanggar Pasal 340 terkait Ayat (1) Pasal 55 KUHP.

Jaksa Penuntut Umum Fazel Zumhana (Jampidum) memastikan vonis 12 tahun yang dijatuhkan terhadap Richard Eliezer sudah benar.

Dia meminta masyarakat menghormati tuntutan jaksa penuntut umum terhadap terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Jenderal Prancis Baru Yossua Hotabrat.

Fadil Zumhana mengatakan di Jakarta, Kamis (19/1): “Hormati kewenangan dakwaan. Kami mewakili masyarakat, pemerintah, dan negara. Kewenangan ini diberikan kepada Jaksa Agung dalam UU 11 Tahun 2021.”

Eliezer didakwa dengan kejahatan pembunuhan berencana terhadap Joshua. Ini bersama dengan terdakwa Freddie Sambo, Putri Kandervathi, Ricky Rizal R.R. Dan Strong yang terkenal telah selesai.

Mereka dituduh terlibat dalam kasus pembunuhan Yosua pada 8 Juli 2022 di Polsek Doren Tiga No 46, Jakarta Selatan.

Mahfoud: Kejaksaan Agung Tak Terpengaruh Arus Bawah Tanah Sambo
Kejaksaan Agung: Rekomendasi JC Richard Eliezer untuk membatalkan tuntutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *