Jawaban Menparekraf soal isi jaminan utang

Jakarta (JurnalPagi) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Manparkraf) Sandiaga Salahuddin Ono tentang pentingnya mengutamakan dan membangun kepercayaan antar Pemegang saham Sehingga praktik pengajuan pinjaman atau hutang menggunakan konten youtube dapat dilaksanakan dengan baik.

“Kita perlu mengutamakan dan membangun rasa saling percaya Pemegang sahamMisalnya dalam hal ini komunitas ekonomi kreatif dan lembaga keuangan,” kata Sandiaga dalam keterangan tertulis kepada JurnalPagi, Jumat.

Menurut Sandiaga, hal ini penting dilakukan agar komunitas ekonomi kreatif dan lembaga keuangan memiliki pemahaman yang sama mengenai jenis produk kekayaan intelektual ekonomi kreatif yang dapat dijadikan jaminan utang.

Tidak Semua Konten YouTube Bisa Jadi Jaminan Pinjaman Bank

Ia juga menjelaskan, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2022, pelaku industri kreatif harus memenuhi syarat seperti memiliki sertifikat kekayaan intelektual, memiliki proposal keuangan usaha ekonomi kreatif, dan memiliki perjanjian terkait kekayaan intelektual ekonomi kreatif. products.do

Selain itu, katanya, aset atau konten kekayaan intelektual harus melalui proses IP Valuation yang dapat menentukan nilai pasar dari aset tersebut.

Ia mengatakan: “Harus dipastikan bahwa aset intelektual yang dijaminkan dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang terukur.

Ia melanjutkan: Menurut Pasal 12 PP No. 24, penilai kekayaan intelektual yang memiliki izin penilai publik atau dewan penilai yang ditunjuk oleh lembaga keuangan diperbolehkan melakukan penilaian kekayaan intelektual.

Kemudian, merujuk pada Pasal 9, lembaga keuangan, baik perbankan maupun non-perbankan, dapat menggunakan kekayaan intelektual sebagai jaminan utang dalam bentuk ikatan perwalian mengenai kekayaan intelektual, kontrak kegiatan ekonomi kreatif, atau hak tagih dalam kegiatan ekonomi kreatif. . .

Kata Ram Punjabi Soal Aturan Konten YouTube Bisa Jadi Bank Garansi

Menurut Sandiaga, pesatnya perkembangan ekosistem digital telah menciptakan tren baru di kalangan anak muda. Sebagai contoh nyata, sebagian besar generasi muda saat ini lebih memilih untuk berpengaruh (Influencer(dan pembuat konten di blog)Blogger).

Sandiaga mengatakan, “Belum lama ini ada sebuah artikel yang menerbitkan hasil penelitian di mesin pencari Google tentang pekerjaan impian di seluruh dunia. Hasil yang menarik adalah kenyataan bahwa banyak orang Indonesia mencari dan menginginkan pekerjaan sebagai YouTuber.”

Untuk itu, ia juga meyakini bahwa konten YouTube tidak lepas dari peluang ekonomi digital Indonesia yang sangat besar.

Mengacu pada hasil laporan EConomy SEA 2022 yang diterbitkan oleh Google, Temsk, Bain and Co., dia mengatakan dengan pertumbuhan GMV 22% year-on-year (YoY), ekonomi digital Indonesia akan mencapai US$77 miliar (sekitar Rp 1,1 triliun). . 1170 triliun) pada tahun 2022 dan akan mencapai $130 miliar (sekitar Rp 1976 triliun) pada tahun 2025.

OJK: Penegakan Hak Kekayaan Intelektual sebagai Jaminan Utang Masih Hadapi Tantangan

“Sejalan dengan data tersebut, dapat kita simpulkan bahwa peluang ekonomi digital sangat besar dan Indonesia merupakan pasar yang potensial,” ujar Menparekraf.

Sedangkan menurut data Famous Allstars atau FAS, kapitalisasi pasar industri pembuat konten Di Indonesia diperkirakan bisa mencapai Rp 4 triliun hingga 7 triliun. Diperkirakan juga jumlah ini akan meningkat lima kali lipat pada tahun 2027.

OJK siapkan kerangka regulasi untuk melindungi hak kekayaan intelektual sebagai jaminan utang

Pembicara: Sochi Nurhaliza
Editor: Siti Zulikha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *