Inilah dampak pembesaran prostat pada pria

JAKARTA (JurnalPagi) – Pembesaran prostat jinak (BPE) adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan pembesaran prostat, suatu kondisi yang dapat mempengaruhi cara penderitanya buang air kecil.

BPE umum terjadi pada pria berusia di atas 50 tahun. Ini bukan kanker dan biasanya bukan merupakan ancaman kesehatan yang serius.

Banyak pria khawatir bahwa memiliki prostat yang besar berarti mereka memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat. Itu tidak benar.

Risiko kanker prostat pada pria dengan pembesaran prostat tidak lebih tinggi dibandingkan pria tanpa pembesaran prostat, kata NHS pada hari Selasa.

Prostat adalah kelenjar kecil yang terletak di panggul, antara penis dan kandung kemih.

Jika prostat membesar, hal ini dapat memberi tekanan pada kandung kemih dan uretra, yaitu saluran yang dilalui urin.

Raja Charles dirawat di rumah sakit karena pembesaran prostat

Hal ini dapat mempengaruhi cara orang buang air kecil dan dapat menyebabkan kesulitan untuk mulai buang air kecil, sering ingin buang air kecil, dan kesulitan mengosongkan kandung kemih sepenuhnya.

Pada beberapa pria, gejalanya ringan dan tidak memerlukan pengobatan. Di negara lain, gejalanya bisa sangat mengganggu.

Penyebab pembesaran prostat jinak

Penyebab pembesaran prostat tidak diketahui, namun diyakini terkait dengan perubahan hormonal seiring bertambahnya usia pria.

Keseimbangan hormonal dalam tubuh manusia berubah seiring bertambahnya usia dan hal ini dapat menyebabkan kelenjar prostat membesar.

Diagnosis pembesaran prostat jinak

Seseorang harus menjalani beberapa tes berbeda untuk mengetahui apakah prostatnya membesar atau tidak.

Dokter Anda mungkin melakukan beberapa tes ini, seperti urinalisis, namun tes lainnya mungkin perlu dilakukan di rumah sakit.

Tes tertentu mungkin diperlukan untuk menyingkirkan kondisi lain yang menyebabkan gejala serupa dengan BPE, seperti kanker prostat.

Ketahui tiga masalah prostat yang berisiko dialami pria

Pengobatan pembesaran prostat jinak.

Pengobatan pembesaran prostat tergantung pada tingkat keparahan gejala yang dialami orang yang terkena.

Jika Anda mengalami gejala ringan, biasanya tidak memerlukan pengobatan segera. Dokter akan memberi tahu Anda apakah dan kapan pasien memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Individu yang terkena dampak mungkin disarankan untuk melakukan perubahan gaya hidup, seperti mengurangi alkohol, kafein, dan minuman berkarbonasi.

Selanjutnya, batasi asupan pemanis buatan, rutin berolahraga, dan kurangi minum di malam hari.

Obat-obatan untuk memperkecil ukuran prostat dan mengendurkan kandung kemih mungkin disarankan untuk mengatasi gejala pembesaran prostat sedang hingga parah.

Pembedahan biasanya disarankan hanya untuk gejala sedang hingga berat yang tidak dapat diobati dengan pengobatan.

Komplikasi pembesaran prostat jinak

Pembesaran prostat jinak terkadang dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi saluran kemih (ISK), retensi urin kronis, dan retensi urin akut.

RSUI Berhasil Operasi Pembesaran Prostat Jinak Tanpa Eksisi Bekas Luka

Retensi urin kronis

Retensi urin kronis terjadi ketika seseorang tidak dapat mengosongkan kandung kemihnya sepenuhnya tetapi masih bisa buang air kecil sedikit.

Gejala retensi urin kronis dapat berupa aliran yang lemah saat buang air kecil, bocornya urin di malam hari, rasa kembung di perut, atau kandung kemih tidak dapat dikosongkan sepenuhnya.

Retensi urin kronis biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi dapat meregangkan otot kandung kemih secara perlahan dan melemahkannya.

Retensi urin akut

Retensi urin akut (RUA) adalah ketidakmampuan buang air kecil secara tiba-tiba.

Gejala RUA antara lain ketidakmampuan buang air kecil secara tiba-tiba, nyeri perut bagian bawah yang parah, pembengkakan kandung kemih yang dapat dirasakan dengan tangan.

Jika Anda melihat gejalanya, segera ke IGD terdekat.

Berapa Waktu Maksimal Berhenti Buang Air Kecil untuk Mencegah Radang Prostat?

Penerjemah: Pangeran Hanifa
Diedit oleh: Zita Mirina
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *