jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 25, 2024

JAKARTA (JurnalPagi) – Indonesia secara resmi akan mengumpulkan data penggunaan teknologi kecerdasan buatan nasional menggunakan Metode Penilaian Kesiapan (RAM) Artificial Intelligence (AI) yang direkomendasikan oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), Senin.

Setelah itu, menurut Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Waman Kominfo), kuesioner penggunaan AI akan dikumpulkan dengan berbagai pendekatan seperti wawancara dengan pemangku kepentingan dan ekosistem AI di Indonesia.

“Metode penilaian kesiapan ini diciptakan UNESCO agar negara-negara dapat melihat kesiapannya dalam mengadopsi standar etika yang ditetapkan secara global,” kata Nizar usai menghadiri peluncuran RAM AI Indonesia di Jakarta Pusat, Senin.

Wamenkominfo mengapresiasi dukungan UNESCO terhadap tata kelola kecerdasan buatan Indonesia

Wakil Menteri Kominfo menyampaikan, Kegiatan ini mengkaji pemanfaatan kecerdasan buatan pada aspek sosial, ekonomi, dan teknologi, serta aspek regulasi yang ada dan kesiapan masyarakat.

Menurut dia, AI Rome Indonesia sedianya akan dibuka pada Juni, namun dipercepat menjadi Senin, 27 Mei 2024, sehingga pemerintah bisa menyelesaikan tahap akhir pada September.

“Kami umumkan hari ini dan berharap bisa selesai September mendatang, itu masuk ‘fast track’. Roma biasanya memakan waktu enam bulan. Kami dan UNESCO punya komitmen selesai September nanti,” kata Nezar.

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika: Hasil RAM AI Indonesia akan keluar pada pertengahan tahun 2024.

Nizar optimis dengan penerapan kecerdasan buatan yang terjadi di Indonesia selama lima tahun terakhir di berbagai sektor industri.

“Seperti media penyiaran, kita tahu ada stasiun berita TV yang menggunakan AI generatif untuk membaca beritanya,” kata Nezar.

Menurutnya, pemerintah tetap memberikan perhatian penuh terhadap adopsi teknologi terkini dengan melakukan lebih banyak kajian.

Indonesia Siap Bahas Etika RAM AI dengan Negara-negara ASEAN dan Asia Pasifik

“Saya pikir perdebatan masih berlangsung,” kata Nezar. “Sebuah model bisnis sedang dicari mengenai bagaimana kita dapat memanfaatkan kecerdasan buatan dan mengoptimalkan pekerjaan jurnalisme tanpa menghasilkan informasi yang salah dan disinformasi.”

Selain Indonesia, 139 negara anggota UNESCO telah menerima AI UNESCO dan berkomitmen dalam implementasinya.

Inisiatif ini mendukung Negara-negara Anggota UNESCO untuk mengukur kesiapan mereka dalam menggunakan kecerdasan buatan secara etis dan bertanggung jawab demi kepentingan seluruh warga negara.

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika: Tony Blair menyerukan Indonesia mengembangkan regulasi AI yang produktif

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika menjelaskan tentang penggunaan kecerdasan buatan dalam bisnis media massa

Koresponden: Abdo Faisal
Redaktur : Siti Zulikha
Hak Cipta © JurnalPagi 2024