jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 24, 2024

Mereka dari Pakistan yang overstay, juga Nigeria karena izin tinggalnya sudah melebihi 60 hari jadi kami pulangkan.

Blitar (JurnalPagi) – Pos pemeriksaan non-imigrasi kelas II Departemen Imigrasi (TPI) Blitar, Jawa Timur, menangani enam kasus warga negara asing (WNA) karena melanggar aturan yang berlaku di Indonesia, salah satunya overstay izin tinggal. Apakah. .

Dia menambahkan: “Pada tahun 2022, 6 kasus telah diselidiki, salah satunya sedang berlangsung.” Mereka berasal dari Pakistan. Memperpanjang“Nigeria juga karena dia melebihi izin tinggal 60 hari, jadi kami mengirimnya pulang.”

Warga negara asing termasuk Osondo Daniel Okofer dari Nigeria. Ia dijerat dengan pasal pelanggaran izin tinggal sesuai ayat 3 pasal 78 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Peringkat kedua adalah Muhammad Yazdan bin Santoso dari Malaysia. Dia diasingkan ke negaranya. Yang ketiga adalah Jerry Gonzaga Ramos, warga negara Filipina. Dia juga ditangkap dan dideportasi karena melanggar izin tinggalnya.

Orang keempat adalah Mohammad Shohag Rehan, dari Bangladesh. Yang bersangkutan juga ditangkap, dideportasi, dan ditahan karena melanggar UU Keimigrasian No 6 Tahun 2011.

Polisi Belitar mengidentifikasi pelaku pencurian dari sidik jarinya

Intervensi Barscream Bongkar Kasus Penahanan Wali Kota Belitar

Santosh Raghuram kelima adalah warga negara India. Dia juga diasingkan dan yang terakhir adalah Mohen Asardas Morjani dari India. Yang bersangkutan tidak memiliki paspor atau izin tinggal.

Aref menambahkan: Tim asing selalu dilibatkan dalam pengawasan orang asing. Dengan itu, Imigrasi Blitar juga lebih mudah dipantau.

“Dalam hal pengawasan, ada pendampingan Timpura. Jadi, ada WNA dari India yang melanggar hukum karena melakukan pelanggaran di Belithar. Kami akan menuntutnya dan setelah beberapa kali vonis, kami akan menunggu proses ekstradisi. Itu itu. Berbulan-bulan,” katanya.

Sementara itu, untuk mencegah pelanggaran dokumen asing, pihaknya juga gencar melakukan operasi bersama dengan Timpura. Sejauh ini koordinasi terus dilakukan untuk memastikan kelengkapan dokumen.

Wali Kota Belitar Ungkap Waktu Perampokan

Pada saat yang sama, ia juga mengatakan tentang dokumen: Saat ini jumlah pemohon paspor telah meningkat secara signifikan. Rata-rata 100 paspor dikeluarkan per hari.

Aref mengungkapkan, peningkatan permohonan paspor warga saat ini meningkat 200 persen dibandingkan saat pandemi Covid-19 masih berlangsung dan kasus-kasus di atas masih berlanjut.

Selain itu, peningkatan jumlah pemohon paspor karena dibukanya pintu beberapa negara untuk masuknya warga negara asing.

“Pintu negara lain juga sudah dibuka, misalnya untuk umrah dan haji. Warga Belithar juga banyak yang berwisata ke luar negeri,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, selama 2022, Imigrasi Blitar menerbitkan 29.150 paspor, meningkat dibanding 2021 yang hanya menerbitkan 6.670 paspor.

Mereka pergi ke luar negeri untuk berbagai tujuan seperti pariwisata, umrah dan pekerja migran. Untuk umrah, persentasenya bisa mencapai 100% bahkan lebih.

Wakil Walikota Balitar tegaskan roda pemerintahan tidak akan terganggu

Polisi sedang memeriksa tujuh orang dalam kasus ini di rumah dinas Wali Kota Belitar

Polisi Belitar Selidiki Kasus Penahanan Wali Kota Belitar

Pengkhotbah: Asma al-Chasneh
Editor: AgusSalim