Identitas digital standar harus disinkronkan

JAKARTA (JurnalPagi) – Anggota Dewan Pengawas Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) sekaligus pendiri dan CEO Grup VIDA, Niki Lohor, menilai identitas digital berstandar nasional harus lebih banyak disinkronkan.

Hal ini sejalan dengan kesimpulan KTT B20 yang mendorong harmonisasi regulasi antar institusi tentang identitas digital yang dapat mendorong pertumbuhan. kepercayaan digital Dan terakhir, peluang ekonomi digital yang lebih luas dan inklusif di Indonesia.

“Aksi ini diperlukan agar identitas digital yang dibakukan dalam skala nasional kemudian dapat tersinkronisasi dengan negara lain. Dengan harmonisasi kebijakan ini, baik perusahaan maupun pelaku usaha dapat dengan aman melakukan berbagai jenis transaksi tanpa harus berkorban” Kenyamanan bagi pengguna. Kenyamanan,” kata Niki mengutip keterangan resmi, Rabu.

Sejak tahun 2008, Indonesia mendorong penggunaan e-sertifikat sebagai identitas digital yang menunjukkan status subjek hukum para pihak di dunia digital melalui Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik.

Tidak langsung terlihat oleh publik, teknologi identitas digital berbasis sertifikat elektronik seperti tanda tangan digital dan e-KYC Selama ini menjadi tulang punggung berbagai layanan digital populer dari berbagai industri seperti jasa keuangan. perdagangan elektronik, Transportasi, telekomunikasi dan kesehatan.

Selain itu, Nikki mengatakan standardisasi identitas digital menjadi rekomendasi forum B20 sebagai langkah awal dalam merancang ekosistem digital yang aman dan terpercaya, serta mengantisipasi upaya manipulasi sosial di ranah digital.

“Sebagai prasyarat memasuki layanan digital, identitas digital yang aman akan meningkatkan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap ekonomi digital karena dapat diminimalisir. Penipuan identitas Niki mengatakan itu buruk bagi masyarakat Indonesia.

Lanjutnya, forum B20 juga menekankan pentingnya penyedia layanan dan platform digital dalam menjaga kepercayaan dan hak konsumen untuk menopang pertumbuhan ekonomi digital.

Implementasi layanan yang berorientasi pada pelanggan (berorientasi konsumsi) Mengingat peran sentral yang dimainkan konsumen dalam pertumbuhan kepercayaan digital, mereka harus didorong.

“Pengoperasian seluruh layanan VIDA didasarkan pada prinsip identitas digital, memperhatikan sudut pandang konsumen. Kepuasan (Persetujuan). Sejalan dengan rekomendasi B20, budaya hormat dan perlindungan data ini harus menjadi perhatian utama para pemangku kepentingan dengan beradaptasi dengan tren ancaman keamanan terkini.”

Literasi digital bagi perempuan penting untuk mencegah kejahatan

AFTECH: Serangan siber masih menjadi tantangan bagi fintech

Kredivo bermitra dengan VIDA untuk meningkatkan program kredit paylater

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *