jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 14, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Dokter Spesialis Bedah Telinga, Hidung, Tenggorokan, Kepala dan Leher RSUD Dr. Cipto Mangunkusumo Dr. Ika Dewi Mayangsari, Sp.THT-BKL, Subsp.Onk(K), FICS mengingatkan masyarakat untuk waspada jika muncul benjolan di depan telinga.

Benjolan yang muncul di depan telinga bisa jadi merupakan infeksi, tumor jinak, atau tumor ganas, atau lebih dikenal dengan kanker, ujarnya.

Ika mengatakan dalam diskusi ini: Meskipun kita harus mewaspadai suatu massa, namun massa dapat dibedakan menjadi ganas, tidak ganas, dan jinak. Online soal massa yang muncul di depan telinga, Kamis.

Dokter: Hati-hati dengan Mata Sering Bengkak, Berpotensi Berubah Menjadi Tumor

Ia menjelaskan, jika massa membesar dalam waktu yang relatif singkat, muncul nyeri, ada pendarahan, dan muncul cairan atau nanah, maka itu bisa dianggap ganas.

Gejala lain yang menunjukkan adanya tumor ganas adalah hilangnya nafsu makan disertai penurunan berat badan dan rasa lelah yang berlebihan pada tubuh.

Namun, jika benjolan di depan telinga datang dan pergi, perlahan membesar, atau justru benjolan semakin mengecil, bisa jadi itu adalah tumor jinak atau sekadar infeksi.

“Jadi kita belum yakin semuanya kanker. Tapi kita harus waspada. Kalau ada benjolan di depan telinga dan tidak kunjung hilang meski sudah berobat, kita harus cari pertolongan atau konsultasi ke dokter,” dia berkata. dikatakan.

Lebih lanjut Ika mengatakan, untuk memastikan jenis massanya, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.

Sering Garpu Berdarah? Simak informasi otolaryngologist ini

Selanjutnya, dokter akan memeriksa benjolan tersebut, mulai dari ukurannya, letaknya, hingga apakah bisa digerakkan. Jika massa dapat dipindahkan dari dasarnya, biasanya itu adalah tumor jinak.

Namun bila benjolan tersebut tidak dapat digerakkan, berarti akar tumor sudah menyebar ke sekitarnya, maka dapat dicurigai adanya tumor ganas atau kanker.

“Biasanya akar tumor sudah menyebar seperti garpu ke area sekitar atau jaringan sekitarnya, sehingga tidak bisa digerakkan lagi. Artinya tumor sudah keluar dari kapsulnya sehingga bisa menyebar ke area lain, yang mana adalah ciri khasnya. Itu dari tumor ganas.”

Ika melanjutkan, Untuk mengetahui jenis massanya, dokter biasanya melakukan proses pencitraan. Selain CT scan atau MRI, metode lain yang bisa dilakukan dan lebih sederhana adalah USG.

Dengan USG, dokter bisa mengetahui ciri-ciri massa di depan telinga.

“Jadi untuk pemeriksaan yang lebih sederhana bisa dilakukan USG. Tapi kalau perlu CT scan atau MRI bisa,” kata Ika.

Ahli Gizi Bagikan Tips Cegah Kanker dan Kambuh dengan Hidup Sehat

Koresponden: Fetor Rochman
Redaktur : Siti Zulikha
Hak Cipta © JurnalPagi 2024