Hati-hati dengan Mercury Cosmetics, perawatan kulit mahoni untuk mengedukasi konsumen!

Mengunggah…

Tak bisa dimungkiri, keberadaan marketplace dan maraknya perkembangan media sosial turut menyumbang besarnya penyebaran kosmetik ilegal. foto/ist.

Jakarta – Meski BPOM telah memantau, mengendalikan, dan menindak secara serius para agen peredaran kosmetik ilegal yang mengandung bahan berbahaya, namun selalu ada temuan di bidang ini yang mengkhawatirkan.

Sebagaimana temuan baru BPOM yang dipublikasikan pada akhir tahun 2023, dalam kurun waktu September 2022 hingga Oktober 2023, ditemukan 181 produk kosmetik (1,2 juta lembar) mengandung zat berbahaya dan terlarang seperti merkuri, asam retinoat, hidrokuinon, K3 merah. Dulu. Warna dan K10.

Temuan dengan nilai ekonomi hingga Rp 42 miliar ini tersebar di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah DKI Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan (sumber: https://standard-otskk.pom.go id/berita /peringatan-masyarakat-2023)

Tak bisa dipungkiri, kehadiran pasar dan perkembangan media sosial yang luas turut berkontribusi besar terhadap merebaknya kosmetik ilegal. Selama patroli siber pada Januari hingga September 2023, BPOM terus menemukan produk kosmetik ilegal dan berbahaya yang dijual secara online.

Tindakan BPOM pun tak main-main dengan melayangkan permintaan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menutup website, serta menutup toko online dari pasar bahkan memusnahkan produk untuk memutus rantai pasokan dan permintaan.

Ironisnya, menurut Plt Presiden BPOM L. Rizka Andalucia, tren penemuan produk tersebut meningkat setidaknya 10 hingga 20 persen year-on-year dalam tiga tahun terakhir. Artinya, di satu sisi ada pasar khusus yang membeli produk kosmetik ilegal yang mengandung zat berbahaya.

Upaya memutus rantai pasokan dan permintaan yang selama ini dilakukan BPOM tentunya harus terus dilanjutkan dengan dukungan peran masyarakat. Menurut pendiri dan CEO Mahwin Natural Skin Care, Dr. Upaya BPOM ini harus didukung dengan peran aktif para penggiat perdagangan kosmetik, khususnya dalam komunikasi sosial dan edukasi masyarakat untuk mengenali bahan-bahan berbahaya dalam kosmetik, apalagi menggunakannya, kata Nour Echmed Fawzi.

Perawatan kulit alami Mahwin, lahir dari kepedulian Dr. Fawzi dan istrinya Dr. Mengingat maraknya fenomena cara instan tampil cantik, sejak tahun 2017 Adesty tak henti-hentinya memberikan edukasi kepada masyarakat baik secara luring maupun daring, serta aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk menggelar acara di berbagai daerah.

Seperti yang akan diselenggarakan bersamaan dengan Webinar Proyek Hadzaya: Beyond Beauty: Kulit Sehat Milik Anda – Kesalahan Kecantikan yang akan ditangani oleh konsultan kecantikan Dr. Adesti pada 14 Januari. Berikutnya pada tanggal 22 Januari bersama Akademi Agama dan Akademi Muslim, Dr. Adesti juga mengadakan webinar bertajuk “Rahasia Kecantikan di Jalan yang Benar (Perspektif Syari’ah dan Medis).

Menariknya, dalam setiap pelatihan yang diberikan oleh Dr. Adesty selalu dikaitkan dengan aspek rasa kenyang, sehingga para muslimah dapat mengetahui bahwa kecantikan sejatinya tidak hanya sekedar usaha fisik dengan menggunakan produk yang halal, aman dan berizin resmi dari BPOM, namun pada saat yang sama kecantikan harus selalu ada. Ditumbuhkan dari dalam diri dengan semangat penuh rasa percaya diri, Tuhan Yang Maha Esa bermaksud memberikan keindahan sebagai penunjang ibadah yang banyak pahalanya. Untuk para muslimah yang ingin mengikuti webinar juga caranya sangat mudah, tidak dipungut biaya khusus, cukup follow Instagram @mahveenskincareofficial @muslimahacademy.id dan Instagram penyelenggara, serta biasanya berkomentar alasan mengikuti kelas tersebut. .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *