Gunakan tips ini untuk menghindari jebakan Pinjul ilegal

Jakarta (JurnalPagi) – R Ronald Ommy Yulyantho, analis tata kelola keamanan siber, memberikan sejumlah tips agar masyarakat terhindar dari jebakan pinjaman online (pinjol) ilegal yang masih merajalela.

Pertama, dengan tidak membuka link penawaran pinjaman anonim, baik yang dikirim melalui email, media sosial, atau WhatsApp. Kedua, tidak menjawab panggilan telepon yang menawarkan pinjaman berbunga rendah dan dana segera.

“Jika memang membutuhkan dana pinjaman, maka masyarakat harus memeriksa keabsahan lembaga pemberi pinjaman dan menyesuaikan besaran pinjaman sesuai kebutuhan,” kata Ronald dalam siaran pers, Sabtu.

Satgas Definitif Perkuat Koordinasi Pemberantasan Kegiatan Keuangan Gelap

OJK Bekukan 233 Pinjol Ilegal pada 2024

Hal itu diungkapkannya dalam workshop “Pentingnya Kewaspadaan Terhadap Pinjaman Online Ilegal” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Cyberkreasi (GNLD) di Sulawesi, Jumat (8/3).

Menurutnya, sebagian masyarakat tergoda untuk meminjam ke lembaga pinjol ilegal karena terdorong oleh hal-hal seperti gaya hidup yang ingin menghasilkan banyak uang atau kaya seketika.

Bisa jadi, mereka punya banyak utang sehingga butuh uang cepat dan ada riwayat gagal bayar sehingga pinjamannya ditolak pihak bank.

Di sisi lain, Ronald mengatakan pelaku usaha pinjol ilegal juga menggunakan berbagai cara untuk menjebak masyarakat, misalnya dengan menawarkan iklan agresif melalui media sosial atau WhatsApp dan membuat nama yang hampir mirip dengan lembaga peminjaman teknologi keuangan (fintech lending) yang sah. .

Katanya, “Setelah itu, ada yang buru-buru menyetor dana ke rekening korban.

Ketua Program Studi Global Komunikasi Strategis German Swiss University, Levina Lalulu Karina Vargan-Engin menambahkan, kehadiran pinjol ilegal semakin banyak terjadi seiring pesatnya perkembangan teknologi digital.

Faktanya, ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia, pinjol ilegal semakin merajalela karena memanfaatkan keterpurukan perekonomian masyarakat.

Satgas Khusus Pemberantasan Kegiatan Keuangan Ilegal yang dulu bernama Satgas Waspada Investasi telah mendeteksi dan memblokir 6.680 pinjol ilegal yang tidak memiliki izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sepanjang tahun 2017 hingga 2023.

Agar tidak ketahuan oleh pemberi pinjaman yang tidak memiliki izin OJK, Levina mengatakan masyarakat perlu meningkatkan literasi digitalnya agar bisa membedakan entitas teknologi keuangan yang berizin dan ilegal.

Jika ada tawaran dari perusahaan peminjaman, sebaiknya kita membacanya dengan cermat. Levina berkata: Jangan meminjam pada pemberi pinjaman ilegal.

Menurut Levina, meminjam ke lembaga peminjaman uang ilegal memiliki banyak ancaman, salah satunya adalah ketidakpastian bunga dan denda pinjaman, sehingga peminjam bisa berakhir dengan utang yang tidak dapat dilunasi sewaktu-waktu.

Jika tidak mampu melunasi utangnya, peminjam akan panik, terintimidasi bahkan dilecehkan, layanan pengaduan tidak memiliki alamat kantor yang jelas, dan informasi pribadi peminjam akan diambil oleh perusahaan pinjol ilegal untuk tujuan yang tidak patut.

Workshop literasi digital ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Program Pemberdayaan Digital Indonesia yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama GNLD Siberkreasi.

OJK Ungkap Penyebab Tumbuhnya Investasi dan Pinjol Ilegal

YLKI: Keuangan Digital Tingkatkan Inklusi Hingga Pinjol Ilegal Berantas

Koresponden: Fetor Rochman
Diedit oleh: Zita Mirina
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *