Gubernur Khofife memimpin panggilan telepon terakhir di lingkungan Pemprov Jatim

Surabaya (JurnalPagi) –

Gubernur Jawa Timur Khufife Indar Parawansa memimpin prosesi yang biasa digelar setiap Senin untuk terakhir kalinya di Kantor Daerah Provinsi, Jalan Pehlan, Surabaya.

“Kami berterima kasih atas kerja sama, dukungan, dan semangat partisipasi seluruh masyarakat Jawa Timur selama lima tahun kepemimpinan,” ujarnya kepada wartawan usai memimpin aksi di Surabaya, Senin.

Gubernur Khofife bersama Wakil Gubernur Emil Elstianto Dardak memanfaatkan aksi unjuk rasa tersebut untuk berpamitan dan masa jabatan lima tahun kepemimpinannya periode 2019-2024 di Pemprov Jatim telah berakhir.

Menurutnya, banyak prestasi yang diraihnya selama masa kepemimpinannya dalam lima tahun terakhir.

“Berbagai prestasi yang kami raih ini berkat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Aparatur Sipil Negara atau ASN, dan berbagai elemen masyarakat Jawa Timur,” kata Khoufifeh.

Ia pun mengakui masih banyak tugas atau penugasan yang diharapkan bisa diselesaikan oleh Pj Gubernur Jatim yang kemungkinan akan dilantik Menteri Dalam Negeri besok, 22 Februari 2013.

Beliau menyampaikan: “Maka kami berharap tugas kami ini dilanjutkan oleh Pj Gubernur Jatim. Demikian pula program reformasi yang berlaku dalam empat pasal ini, mohon terus dipertahankan, dikembangkan, diperluas dan diperdalam.”

Mantan Menteri Sosial ini mengungkapkan, salah satu permasalahan utama Pemprov Jatim adalah kemiskinan ekstrem di berbagai kabupaten/kota yang jumlahnya harus segera diturunkan hingga nol.

“Selanjutnya, tingkatkan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar masyarakat lebih sejahtera khususnya di wilayah Jawa Timur,” ujarnya.

Di momen pencalonan terakhirnya, Gubernur Khoufifeh pun memintanya untuk ikut serta dalam pemilihan kepala daerah Jatim pada akhir tahun 2024.

Koresponden: Willy Yerevan/Hanif Nasrallah
Redaktur: Budi Suyanto
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *