Gepki mengatakan: “Kinerja industri kelapa sawit stagnan dalam empat tahun terakhir.”

Ini adalah tahun keempat berturut-turut Indonesia tidak mengalami pertumbuhan atau resesi, meskipun permintaan domestik terus meningkat

Jakarta (JurnalPagi) – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat kinerja industri kelapa sawit stagnan selama empat tahun terakhir.

“Ini tahun keempat Indonesia tidak tumbuh dan juga tidak stagnan, padahal permintaan dalam negeri terus tumbuh,” kata Presiden Gapki Joko Supriyono dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu.

Joko mengatakan: Stagnasi industri sawit terlihat dari turunnya nilai produksi dan ekspor. Produksi CPO atau minyak sawit mencapai 46,28 juta ton pada tahun 2022, atau kurang dari 46,88 juta ton pada tahun 2021.

Selain itu, ekspor tahun 2022 sebesar 30,8 juta ton atau lebih kecil dari tahun 2021 yang mencapai 33,76 juta ton, dan merupakan tahun keempat berturut-turut ekspor mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Namun, nilai ekspor CPO pada tahun 2022 mencapai $39,28 miliar, naik dari $35,3 miliar pada tahun 2021.

“Hal itu terjadi karena sebenarnya harga produk sawit tahun 2022 relatif lebih tinggi dibandingkan tahun 2021,” ujar Joko.

Lanjutnya, Penurunan produksi dan ekspor industri sawit disebabkan pada tahun 2022 terjadi kejadian yang tidak biasa, antara lain cuaca basah ekstrim yang mengganggu aktivitas serangga penyerbuk, pupuk yang mahal dan sulit didapat, hingga pelarangan ekspor. . . yang membuat buah tidak bisa dipanen selama beberapa tahun.Bulan depan karena penyimpanan yang tinggi.

Tahun ini sebenarnya tahun yang paling tidak biasa, semoga kita bisa melakukannya mengelola Agar dinamika yang terlalu fluktuatif tidak terulang tahun ini, terutama ekspor dan produksi.

Namun, konsumsi dalam negeri meningkat menjadi 20,97 juta ton pada 2021 dari sebelumnya 18,42 juta ton. Konsumsi tersebut didominasi oleh industri makanan sebesar 9,94 juta ton dari sebelumnya 8,9,5 juta ton, kemudian industri oleokimia dari 2,13 juta ton menjadi 2,19 juta ton, dan konsumsi biodiesel pada tahun 2022 dari sebelumnya 7,34 juta ton menjadi 8,84 juta ton. .

Sementara itu, Gapki memperkirakan kondisi yang mempengaruhi industri kelapa sawit selama tahun 2022 akan terus mempengaruhi kinerja kelapa sawit pada tahun 2023.

Produksi diperkirakan belum meningkat, sementara konsumsi dalam negeri diperkirakan meningkat karena implementasi komitmen biodiesel B35 mulai 1 Februari 2023, kata Joko.

Pemerintah dorong produk hilir sawit dan turunannya
UI-Jepang Bantu Proses Transfer Teknologi ke Perusahaan Kelapa Sawit Nasional
Industri sawit Indonesia butuh dukungan kebijakan pemerintah

Koresponden: Kuntum Khaira Risvan
Editor: Faisal Yunianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *