jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 25, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Apakah gangguan jiwa menular di kalangan teman sebaya? Para peneliti kini mengatakan bahwa masalah kesehatan mental dapat menular antar kelompok sosial remaja, khususnya gangguan yang berkaitan dengan mood, kecemasan, dan pola makan.

Menurut Medical Daily, Minggu, penelitian sebelumnya menunjukkan kemungkinan penularan gejala depresi dari satu orang ke orang lain di jejaring sosial.

Dalam sebuah penelitian besar baru-baru ini yang melibatkan lebih dari 700.000 siswa kelas sembilan dari 860 sekolah di Finlandia, para peneliti menilai prevalensi gangguan mental di jaringan sosial yang dibentuk oleh kelas-kelas sekolah.

Kegiatan Berbasis Alam Dapat Meningkatkan Kesehatan Mental Siswa

Hasil penelitian yang dipublikasikan di Jama Psychiatry menunjukkan bahwa semakin banyak teman sekelas yang terdiagnosis gangguan jiwa, semakin tinggi pula risiko individu terdiagnosis gangguan jiwa di tahap akhir kehidupannya.

Asosiasi yang diamati paling kuat selama tahun pertama penelitian. Hal ini tidak dijelaskan oleh beberapa faktor yang berkaitan dengan orang tua, sekolah, dan daerah tempat tinggal. Profesor Kristian Hakulinen dari Universitas Helsinki mengatakan dalam siaran persnya.

KPAI: Mengatasi kesehatan mental anak harus melibatkan banyak pihak

Para peneliti mengingatkan bahwa hubungan yang diamati dalam penelitian ini belum tentu bersifat sebab-akibat.

Namun penelitian tersebut tidak meneliti mekanisme penularan gangguan jiwa antar individu.

Para peneliti berpendapat bahwa peningkatan diagnosis di kalangan teman sebaya mungkin disebabkan oleh normalisasi diagnosis dan pencarian pengobatan. Ketika semakin banyak orang mulai mendapatkan bantuan, hal ini menjadi lebih umum dan diterima, sehingga menghasilkan lebih banyak diagnosis.

Ucapan positif dapat memperkuat kesehatan mental anak

“Ambang batas untuk mencari bantuan untuk masalah kesehatan mental dapat diturunkan, misalnya ketika ada satu atau lebih orang di jejaring sosial Anda yang mencari bantuan untuk masalah mereka. Sebenarnya, ini adalah bentuk normalisasi diagnosis. Dan pengobatan ini dapat dianggap sebagai transfer gangguan yang bermanfaat secara psikologis, kata Hakulinen.

Para peneliti percaya bahwa hasil penelitian ini akan berkontribusi pada intervensi dini dan pencegahan gangguan mental pada masa remaja, periode perkembangan penting di mana banyak gangguan mental mungkin terjadi.

“Memahami peran pengaruh teman sebaya terhadap masalah kesehatan mental sejak dini memberikan alat untuk tindakan pencegahan dan intervensi yang lebih berhasil, sehingga mengurangi beban ekonomi dan sosial dari gangguan mental,” tulis para peneliti.

Psikolog Jelaskan Tahapan Mengatasi Kehilangan

KGSB Sebut Gangguan Jiwa Sebabkan Gangguan Emosi pada Siswa

Penerjemah: Pangeran Hanifa
Redaktur : Siti Zulikha
Hak Cipta © JurnalPagi 2024