Gagal mematuhi kontrak investor, pemilik perawatan kulit diduga – Lintas Kalimantan

Lintas Kalimantan | Sejumlah warga melaporkan ke TN adanya tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan yang dilakukan oleh pemilik yang berada di bagian perawatan kulit dengan bisnis CV. Kejadian di Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu 11 Februari 2023 pukul 10.00 Skj WIB.

Awalnya, para wartawan ini berinvestasi pada tersangka TN yang dijanjikan keuntungan setiap bulannya. Hampir setengah tahun kemudian, keuntungan yang ditawarkan tersangka TN datar. Setelah itu keuntungan yang dijanjikan gagal dan akhirnya investor menerima sesuai kesepakatan, namun tersangka curiga dengan pembayarannya.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Kapolsek Kobar Wilhelmus Helki yang didampingi Kabid Humas dan Kasat Reskrim Paindwan Sirgar dalam jumpa pers kali ini.

Periklanan

Gulir untuk melanjutkan konten

“Salah satu korban berinvestasi, dengan kesepakatan Rp25.000.000,- (dua puluh lina juta rupiah) dijanjikan akan mendapat bunga bulanan sebesar Rp2.900.000,-.”

Wilhelmus Helke kemudian mengatakan, korban telah menerima manfaat tersebut selama 6 bulan tanpa ada kendala. Namun sejak September 2023 hingga saat ini, tersangka TN selaku pemilik CV tersebut belum pernah membayarkan manfaat tersebut kepada korban.

“Jadi korban melihat kelakuan tersebut dan meminta agar dananya dikembalikan. TN selalu ribet saat menghubungi tersangka dan sampai saat ini dana korban belum juga dikembalikan.” sebagai korban dan cara yang digunakan persis seperti yang dilakukan tersangka “T.

Wakapolsek Kober menjelaskan akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materil dengan total sekitar Rp. 53.000.000- (lima puluh tiga juta ribu rupiah).

Dalam hal TN sebagai tersangka dengan barang bukti 1 (satu) copy rekening koran BNI An Teri Susanto beserta nomor rekeningnya. 2 (dua) buah handphone merk OPPO berwarna silver milik tersangka TN.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, TN dijerat Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP. Ujungnya, katanya: dengan ancaman hukuman penjara paling lama 4 tahun.

Dalam jumpa pers tersebut, TN mengatakan kepada awak media bahwa dirinya memiliki niat baik dengan investor sehingga orang tuanya akan mengembalikan uang tersebut. Hingga dilaporkan, ia mengaku belum ada kontak dengan penemunya.

“Karena investor tidak sabar, saya didakwa menangani kasus tersebut. Bahkan, kami siap menghadirkannya kembali seiring dengan penggalangan dana, kata TN. (*/rls/rhd/merah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *