jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 24, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Pemain ganda putri bulu tangkis Siti Fadia Silva Ramadanti memutuskan menghabiskan liburan Natal dan Tahun Baru dengan fokus berlatih di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur.

Atlet nasional yang disandingkan dengan Apriyani Rahayu itu memutuskan untuk segera bekerja keras mempersiapkan diri menghadapi Asian Games 2023 yang sudah di ambang pintu.

“Ya yang utama langsung kerja keras. Kemarin setelah keluar Thailand kita libur dua hari, besok libur Natal dan Tahun Baru,” kata Fadia saat ditemui di Jakarta, Sabtu.

Ia mengaku keputusannya bertahan di pelatnas murni pilihannya sendiri sebagai bentuk tanggung jawab atas karirnya sebagai atlet nasional.

Apalagi, performa Apri/Fadia kini menjadi sorotan karena membuat kejutan dengan mengalahkan sejumlah pasangan papan atas untuk naik peringkat Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Avril/Fadia Targetkan Finis 8 Besar di Turnamen 2023
Fadia mendapatkan pengalaman berharga dari penampilan perdananya di World Tour Finals 2022

“Ini semacam spontanitas karena sudah jadi profesi. Bukan pekerjaan kantoran. Kalau terlalu banyak cuti, takut kehilangan teknik atau harus rework fisik dari nol,” jelasnya.

Tak mau ketinggalan kemampuannya, berlatih bersama Apri di Pelatnas PBSI menjadi pilihan bijak untuk membekali mereka agar siap sebelum tahun depan.

Fadia pun menceritakan perkembangannya sejak berpasangan dengan Apri tahun ini. Berdasarkan evaluasi dengan pelatih, Fadia diminta untuk meningkatkan “skill”-nya agar bisa mengimbangi rekan setimnya.

Ia mengaku tidak terbebani dengan tuntutan tersebut dan lebih termotivasi untuk menaikkan level kemampuannya dengan peraih medali emas olimpiade tersebut.

“Sebenarnya kami diminta menjaga keseimbangan karena alasan bermain di level atas ganda putri itu tidak mudah. ​​Kami tidak bisa membunuh lawan dengan satu atau dua pukulan, jadi kami harus siap secara fisik, mental dan intensif. ” Dia berkata.

PBSI yakinkan Nova Widianto mundur sebagai pelatih ganda campuran

Koresponden: Roy Rosa Bakhtiar
Editor: Teguh Handoko