jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 22, 2024

JAKARTA (JurnalPagi) – Presiden PSSI Eric Tohir menilai pertahanan timnas Indonesia beberapa kali kehilangan momentum saat kalah 3-1 dari Irak pada laga Grup D Piala Asia AFC 2023, Senin.

Pasukan Garuda sempat tertinggal lewat gol Mohand Ali pada menit ke-17, satu gol sebelum Marcelino Ferdinan menyamakan kedudukan melalui gol menit ke-37 pada laga di Stadion Ahmed Bin Ali, Al Rayyan. Sayangnya, Irak berhasil mencetak dua gol tambahan melalui Ushama Rashid pada menit ke-47 dan Ayman Hossein pada menit ke-75.

Dengan hasil tersebut, Indonesia kini berada di posisi terbawah Grup D dengan nol poin. Sedangkan Irak berada di peringkat kedua dengan tiga poin setelah Jepang yang juga mengoleksi tiga poin.

Skor menjadi 1-1 dan gol terjadi di babak pertama karena pertahanan kami kehilangan sedikit momentum. Dan sebelumnya, jika kami bisa menyamakan kedudukan di babak pertama, mungkin tekanannya akan berbeda. Tapi kami kalah lagi. “Di babak kedua saya juga merasakan hal yang sama,” kata Eric usai acara nonton bareng di Jalan Senayan, Jakarta.

Marcelino menyayangkan keputusan wasit yang membatalkan gol kedua Irak

Tentu saja saya berharap pelatih dan pemain memperhatikan pertandingan hari ini. Generasi muda masa depan kita optimis bisa mencetak gol lagi, baik melawan Vietnam atau Jepang, kita akan berusaha. Dia menambahkan: Itu disebut bola bundar.

Dengan hasil ini, impian Indonesia untuk lolos dari babak penyisihan grup nampaknya sangat sulit karena timnas masih harus menghadapi Jepang dan Vietnam. Meski demikian, Eric mengimbau tim tetap menjaga kepercayaan diri. Kita lihat nanti apakah pelatih Shin Tae-yung dan para pemain bisa berusaha untuk berkembang, sebaiknya kita tidak mengibarkan bendera putih sebelum pertandingan berakhir. Tokoh yang juga menjabat Menteri BUMN ini mengatakan: “Ini juga perlombaan ganda.

Shane Ingin Ubah Karakter Permainan Timnas Lewat Peran Striker

Erick pun mengingatkan, apapun hasil yang didapat di Piala Asia AFC 2023, timnas tetap punya harapan ke depannya, pasalnya tim saat ini banyak diperkuat pemain muda.

Setelah itu diadakan Kejuaraan U23 di Asia, yang merupakan pertama kalinya dalam sejarah kami tidak pernah mengikutinya, dan tim senior kami juga merupakan pertama kalinya dalam 17 tahun kami tidak pernah mengikuti turnamen ini. Kalau kita lihat kedepannya bagus karena mayoritas di babak pertama, menurut saya hanya Jordi Amat dan Jacob yang berusia di atas 24 tahun, yaitu Snowy yang berusia 31 dan 26 tahun dan semuanya rata-rata berusia di bawah 24 tahun. Saya pikir kami akan terus berusaha meningkatkan kinerja.”

Untuk menjaga nada optimistis di timnas, Eric meminta timnas Indonesia mencermati performa tim Asia Tenggara lainnya, Vietnam, yang sempat merepotkan Jepang sebelum kalah 2-4 dari raksasa Asia.

Salah satu kelebihan mereka (Vietnam) adalah ketika bermain sebagai timnas, patriotisme mereka sangat tinggi. Itu yang menurut saya harus dipelajari para pemain kami ketika mereka mengenakan seragam merah putih, mereka harus melakukan yang terbaik. Semuanya sudah selesai hari ini, tapi masih harus ada lagi. Ditegaskannya: Vietnam bisa (menolak), kenapa Indonesia tidak bisa.

Timnas akan menghadapi Vietnam pada Jumat (19/1/19) dan menghadapi Jepang di babak penyisihan grup pada Rabu (24/1).

Laga Pertama Piala Asia 2023 di Qatar, Indonesia Kalah dari Irak dengan Skor 1-3.
Jepang Menang 4-2 atas Vietnam

Koresponden: Rauf Ender Adipati
Redaktur: Junidi Soswanto
Hak Cipta © JurnalPagi 2024