Enam warga Kobar yang ditipu dalam usaha bisnis perawatan kulit melapor ke polisi

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Enam warga Kecamatan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat melaporkan pelaku investasi perawatan kulit diduga penipuan ke Mapolsek Kobar, Senin (26/2/2024).

Salah satu korbannya, Zonia, pertama kali melihat tawaran investasi dari Instagram skincare milik seseorang berinisial TN. Setelah itu ia mulai tertarik dan bertemu sekitar bulan April 2023. Karena yakin dan yakin, dia berinvestasi sebesar Rp 4.000.000.

Pada awalnya Zonia memperoleh 35% modal yaitu Rp 466.000 per bulan. Namun mulai Oktober 2023, bunga biasanya diturunkan.

Tak hanya dia, banyak warga lain yang turut serta dalam usaha ini. termasuk keluarganya dengan jumlah yang bervariasi, ada yang mencapai Rp 5 juta bahkan sampai Rp 25 juta.

“Setelah Oktober 2023, yang ditransfer ke saya hanya Rp 100.000, berkurang dari sebelumnya. Kemudian pada bulan November dan Desember 2023, saya tidak lagi menerima keuntungan perdagangan apa pun. TN sempat berjanji membayar bunga pada Januari 2024, namun urung. Katanya: Sampai bulan Februari masih belum ada keuntungan dan ketika saya minta mereka mengembalikan modal saya, mereka tidak menjawab.

Zonia menduga masih banyak masyarakat yang mengikuti produk investasi yang ditawarkan TN. Katanya, informasinya sudah lebih dari 50 orang yang mendaftar untuk ikut investasi ini.

Mayoritas tidak berani melaporkan karena takut uangnya tidak kembali dan khawatir akan dilaporkan oleh yang bersangkutan karena mengancam akan mendatangkan pengacara.

Keenam korban yang melapor didampingi Anggota DPD RI Kalimantan Tengah Mohd Rahman karena sudah mengadu dan bercerita serta menuntut solusi.

Korban lainnya, Terri Susanto, mengatakan, usai melapor, ia diminta mengisi dokumen transfer dan pembicaraan terkait kasus tersebut. “Kami sudah diinterogasi sebelumnya dan diminta melengkapi dokumen,” ujarnya.

Rahman yang mendampinginya meminta masyarakat tidak tergiur dengan bisnis yang tidak realistis. Masyarakat diharapkan bekerja normal sesuai kemampuannya, tidak tergiur dengan tipu muslihat bisnis yang tidak rasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *