jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 25, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Pemerintah Indonesia mendorong empat produsen mobil listrik asal China yang sudah memiliki pabrik di Indonesia, yakni Wuling, Chery, Neta dan Sokonindo (DFSK dan Seres), untuk meningkatkan ekspor, khususnya kendaraan listrik penggerak kanan. segmen. .

Dalam pertemuan dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (RI) baru-baru ini, keempat perusahaan tersebut menyambut baik harapan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan ekspor, baik melalui peningkatan volume maupun jumlah negara tujuan ekspor pabrik di Indonesia.

Menteri Perindustrian Indonesia Agus Gumi Wang mengatakan pada hari Rabu setelah pertemuan dengan para pelaku industri otomotif Tiongkok di Beijing bahwa perusahaan telah setuju untuk mengubah Indonesia menjadi basis produksi kendaraan listrik kemudi kanan untuk diekspor ke 54 negara di dunia yang memproduksi kendaraan roda kanan. mengendarai kendaraan. gunakan untuk mengkonversi (12/6).

Neta merakit kendaraan terbarunya, Neta V-II, di pabrik lokal dan telah memenuhi standar minimal 40 persen kandungan bahan lokal, kemudian berencana menaikkan standar tersebut menjadi 60 persen tahun depan.

Sementara itu, Wooling telah menjadikan Indonesia sebagai basis manufaktur terbesar di luar Tiongkok dan mengekspor ke 11 negara.

Pemerintah berharap Voling dapat menambah jumlah negara tujuan ekspor dan membantu Indonesia menjadi pusat produksi kendaraan listrik di kawasan. Selain itu, Sukunindo dan Cheri juga memiliki pabrik di Indonesia.

Sokonindo saat ini mempunyai kapasitas produksi 50.000 unit, Wuling 120.000 unit dan Chery kemampuan produksi hingga 8.000 unit, sedangkan Neta berencana memproduksi 9.300 unit, menurut data Kementerian Perindustrian RI.

Selain keempat merek tersebut, pendatang baru BYD juga akan membangun pabrik di atas lahan seluas 108 hektar di Subang, Provinsi Jawa Barat.

Koresponden: Xinhua
Editor: Hani Sofia
Hak Cipta © JurnalPagi 2024