Emali menegaskan, tujuan pribumisasi bukan untuk menyingkirkan pemain pribumi

JAKARTA (JurnalPagi) – Wakil Presiden Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) I Zainudin Amali menegaskan, tujuan nasionalisasi pemain bukan untuk menyingkirkan pemain dalam negeri.

Menurutnya, dengan bertambahnya pemain nasional, selain timnas Indonesia mempunyai pemain dengan kualitas yang sama, juga memotivasi pemain dalam negeri untuk meningkatkan kemampuannya agar bisa menembus susunan pemain utama timnas.

“Dengan bergabung di timnas, pemain lokal kita terpacu untuk bersaing karena banyak calon yang menempati posisi tersebut,” kata Emali kepada Tom Hay, Ragnar Oratmanguen, dan Martin Pace di Republik Indonesia saat menghadiri rapat kerja Komisi Kewarganegaraan Indonesia. Gedung DPR, Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan: “Sekarang ada pemain sayap kiri (Ragnar), tentunya pemain sayap kiri saat ini pasti akan termotivasi untuk tidak bermain. Karena bagi pemain sepak bola, jika berada di bangku cadangan, tidak mudah untuk duduk di bangku cadangan. .

Emali mengatakan: “Dengan kualitas pemain yang sama bagusnya, pelatih timnas akan lebih mudah memilih pemain untuk kompetisi bergengsi, baik di kalender FIFA maupun di luarnya.”

Dia berkata: Oleh karena itu, kami membutuhkan beberapa orang di setiap posisi sehingga jika ada yang cedera atau klub tidak mengizinkan, satu orang dapat mengisinya.

PSSI Sebut Proses Naturalisasi Pemain Adalah Program Jangka Pendek

Sementara itu, dalam roadmap PSSI yang disampaikan Pak Eric kepada FIFA, saat ini kita membutuhkan setidaknya 154 pemain di level tersebut. Jumlah tersebut masih terpaut jauh, meski tak mengatasi persoalan larangan bermain klub mereka. Ia menambahkan: “Karena sesuai ketentuan, jika hari pertandingan FIFA masuk dalam agenda, klub boleh mengizinkannya.”

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) ini kemudian menjelaskan, program naturalisasi yang menurutnya merupakan program jangka pendek, membawa dampak baik bagi Indonesia, terutama dari segi ranking FIFA yang sempat menanjak. sudah menduduki peringkat 157 dunia, menduduki peringkat 142.

Sementara dalam beberapa waktu terakhir, Indonesia telah melakukan naturalisasi hampir tujuh pemain yakni Rafael Struik, Ivar Jenner, Shayne Patinama, Jordi Amat, Justin Habner, Sandy Walsh, dan yang terbaru Jay Eades.

Kami sekarang berada di peringkat 142 Dunia FIFA, satu tahun di bawah Eric Tohir. Emali menjelaskan, “Saat kita berada di peringkat 157 dunia, berkat dukungan tujuh saudara kita, mereka memberikan kontribusi positif, yang mudah terlihat dari peningkatan peringkat tersebut.

PSSI Jadwalkan Tom, Ragnar dan Marten Sumpah WNI pada 12 Maret
Shin Tae-yong menyebutkan 27 pemain untuk laga TC melawan Vietnam

Koresponden: Zaro Azza Siachenyar
Redaktur: Eka Arifa Rosqiati
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *