jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 22, 2024

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu menyediakan uang yang tepat untuk berwisata ke pulau-pulau terluar yang sulit dijangkau dengan transportasi umum.

Mataram, NTB (JurnalPagi) – Ekspedisi Rupiah Berdaulat yang merupakan agenda tahunan Bank Indonesia kembali digelar di Nusa Tenggara Barat untuk memberikan bekal yang tepat untuk berwisata di pulau-pulau terluar, terluar, dan terpencil (3T).

Dalam keterangannya di Mataram, Rabu, Direktur Pengelolaan Uang Bank Indonesia Agus Susanto Pratomo mengatakan pihaknya bersinergi dengan TNI Angkatan Laut untuk mendatangkan uang tunai senilai Rp 8,085 miliar ke lima pulau sebelah barat Nusa Tenggara.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membantu menyediakan uang yang tepat untuk berwisata ke pulau-pulau terluar yang sulit diakses oleh transportasi umum,” kata Agus.

Ekspedisi Rupiah Negara akan dilakukan di Nusa Tenggara Barat pada tanggal 9-15 Juli 2024. KRI Tongkol membawa uang tunai untuk melayani penukaran uang ke Pulau Moyo dan Pulau Medang di Sumbawa, Pulau Bajo Pulo dan Desa Pusu di Bima, serta Pulau Maringkik di Bima. Lombok Timur

Sepanjang tahun 2012 hingga tahun 2023, Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut telah melaksanakan kegiatan Kas Keliling 3T sebanyak 114 kali dengan mengunjungi 565 pulau 3T di seluruh Indonesia.

Pada tahun 2024, Rupiah Berdaulat akan mengunjungi Pulau 3T sebanyak 18 kali di 18 provinsi dengan target mengunjungi 90 pulau.

Agus mengatakan, pilihan melepas ekspedisi di Nusa Tenggara Barat memiliki kepentingan strategis karena wilayahnya 92,4 persen merupakan lautan dengan gugusan 395 pulau dan memiliki pulau-pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Menurutnya, peredaran dan penggunaan uang rupiah di seluruh Indonesia merupakan suatu hal yang penting dan strategis dalam kehidupan bangsa dan pemerintahan.

“Rupiah tidak hanya sebagai alat transaksi pembayaran tetapi juga merupakan identitas dan alat pemersatu bangsa serta merupakan simbol kedaulatan negara sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang Mata Uang,” kata Agus.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat tidak hanya mendistribusikan uang fisik, namun juga melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai Rupiah. Program Bank Sosial Indonesia (PSBI) bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat.

Penyaluran PSBI meliputi bantuan sarana penunjang sekolah atau pendidikan, lingkungan sosial dan kesehatan seperti laptop, printer, proyektor, genset, Al Quran, alat kesehatan dan kebutuhan pokok kepada 22 orang penerima PSBI yang terdiri dari 17 sekolah dan 5 komunitas desa.

Plt Gubernur Nusa Tenggara Barat Hasanuddin mengatakan Ekspedisi Rupiah Merdeka ini menjadi harapan masyarakat dapat merasakan peredaran uang fisik Rupiah dengan baik.

Kegiatan ini merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat umum untuk mengetahui manfaat uang dan mampu membedakan uang asli dan palsu.

Pada akhir Hasanuddin menyampaikan: Kami berharap ekspedisi ini dapat menjadi ketahanan perekonomian negara dan menjadi bukti kehadiran pemerintah di seluruh wilayah Indonesia.

Menkeu Prediksi Rupee Menguat ke Rp 16.200 di Semester II-2024
Balasan Prabowo Atas Perintah BPK Jokowi: Setiap Rupee Baik Untuk Bangsa
Rupee akan menguat di Q4 jika Fed memangkas suku bunga, perkiraan DBS

Koresponden: Sugiharto Purnama
Redaktur: Faisal Yunianto
Hak Cipta © JurnalPagi 2024