Ekonom UGM ini berharap para pedagang tidak mengkhawatirkan ekonomi Indonesia pada 2023

Di Indonesia, Insya Allah pertumbuhan ekonomi tahun 2023 masih 4,5 sampai 5 persen menurut perhitungan saya. Masih cukup bagus, tidak bagus tapi juga tidak terlalu buruk

Yogyakarta (JurnalPagi) – Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Ahmad Akbar Susamtu berharap para pelaku usaha tidak khawatir dengan kondisi perekonomian Indonesia pada 2023 yang diperkirakan masih tumbuh positif.

Akbar Susamtu saat menyampaikan materi “Resesi Ekonomi dan Masa Depan Ekonomi 2023”, mengatakan: “Insya Allah di Indonesia menurut perhitungan saya, pertumbuhan ekonomi tahun 2023 masih antara 4,5 sampai 5 persen. Itu masih sangat bagus. , tidak terlalu bagus tapi tidak terlalu buruk.” Di Sekolah, Wartawan Edisi Pertama di UGM, Yogyakarta, Senin.

Dia mengatakan, dengan pertumbuhan ekonomi yang terus tumbuh positif, resesi ekonomi yang sering disebut-sebut oleh sejumlah pejabat, tidak serta merta terjadi di Indonesia.

Pasalnya, suatu negara dikatakan mengalami resesi ketika pertumbuhan ekonomi menurun selama dua kuartal berturut-turut.

Demikian pula pertumbuhan ekonomi secara global tidak seburuk yang sering dikhawatirkan, ujarnya, karena diperkirakan masih tumbuh positif mendekati 3%, kecuali beberapa negara seperti Jerman.

Menurut Akbar, tidak ada alasan untuk mengatakan kondisi ekonomi global akan suram pada 2023.

“Saya lebih suka menyebut situasi ‘gelap’ (gelap) tapi tidak gelap,” ujarnya.

Menurut Akbar, tingkat konsumsi rumah tangga yang rata-rata mencapai 50 persen produk domestik bruto (PDB) tetap menjadi kekuatan Indonesia sehingga tidak terpengaruh oleh potensi resesi global.

Untuk itu, Akbar mengatakan pelaku usaha di Indonesia, khususnya yang fokus pada pasar domestik, tidak boleh pesimis dengan laju perekonomian tahun ini.

“Mungkin mereka yang berorientasi pasar ekspor punya perhitungan berbeda karena negara tujuan ekspor utama mereka seperti Amerika Serikat dan Eropa sedang mengalami resesi, meski lumayan. Tapi untuk pengusaha dalam negeri saya yakin situasinya masih bagus,” katanya katanya.

Hal ini mengingat dinamika politik menjelang pemilu 2024, menurutnya, selama menguntungkan, tidak akan banyak berdampak pada perekonomian nasional.

“Tolong dukung capres dan dukung caleg pilkada selama kampanye pilkada. Kalau perlu sebarkan spanduk ya tidak apa-apa. Itu justru menggerakkan ekonomi. Yang penting jalani saja,” kata Akbar Susamtu membakarnya. “

AS Mungkin Bisa Hindari Resesi Tahun Ini, Kata Ketua IMF
Perubahan dokumen fokus pembangunan Pakraf antisipasi potensi resesi
RI Berpeluang Menarik Investasi di Tengah Resesi Global 2023

Koresponden: Luqman Hakim
Editor: Biqwanto Situmorang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *