DPRD Kaltim meminta inspektur pertambangan mencermati perusahaan yang memiliki IUP

Samarinda (JurnalPagi) – Ketua Komisi I DPRD Samarinda Joha Fajal mengimbau inspektur pertambangan yang ditugaskan di daerah untuk memantau perusahaan-perusahaan khususnya pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Ia mengatakan, Minggu di Samrinda: Kami sebagai wakil rakyat Samrinda meminta Inspektur Tambang melakukan pengawasan khusus terhadap perusahaan yang memiliki IUP dalam hal AMDAL dan rehabilitasi.

Dikatakannya: Dengan mencermati kegiatan pertambangan perusahaan batubara di Samrida, sebagian besar tidak mengikuti standar perlindungan lingkungan bahkan dampak negatifnya bagi masyarakat sudah terasa.

Lanjutnya: Akibat melalaikan komitmen perusahaan induk IUP, salah satunya adalah terbenturnya warga jalan debu seperti yang terjadi di kawasan Palaran, lalu kecelakaan di pit pascatambang, dan baru-baru ini pekerjaan kecelakaan. Akibat longsornya bangunan hak istimewa tambang milik sebuah perusahaan di Desa Bantuas, Kecamatan Palaran.

“Kegiatan penambangan batu bara sangat dekat dengan pemukiman warga, hal itu menunjukkan buruknya AMDAL perusahaan, sehingga perlu dipertanyakan komitmennya sebelum mengeluarkan IUP,” kata Juha.

Ia meminta pengawas pertambangan tidak gegabah terhadap aktivitas perusahaan tambang batu bara di wilayah Samrida.

termasuk persetujuan perusahaan yang tidak memperhatikan revitalisasi setelah ekstraksi. Mengapa bekas lubang tambang dibiarkan menjadi tambak sehingga dampaknya merugikan masyarakat sekitar?

Dikatakannya: Pada prinsipnya pertambangan adalah eksplorasi sumber daya alam, namun harus diimbangi dengan melakukan restorasi berupa penghijauan atau penutupan lubang bekas tambang guna terciptanya keseimbangan lingkungan.

Juha juga meminta polisi mengusut kasus kecelakaan akibat longsor di area pertambangan untuk terus berkoordinasi dengan inspektur tambang agar perusahaan selain melakukan evakuasi sumber daya alam, juga memperhatikan ekologi dan kesehatan serta keselamatan. Karyawannya

Koresponden: Gunawan Wibisono/Fandi
Editor: Agus Setivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *