DOKTER: Tekanan darah tinggi belum tentu menjadi penyebab kematian petugas KPPS

JAKARTA (JurnalPagi) – Tekanan darah tinggi belum tentu menjadi penyebab meninggalnya ratusan petugas KPPS usai menjalankan tugasnya pada Pemilu 2024, kata seorang ahli jantung.

“Jadi jika Anda bertanya apa itu tekanan darah tinggi, maka bukan tekanan darah tinggi yang menjadi penyebab langsung atau penyebab utamanya, melainkan serangan jantung yang membunuhnya pada hari itu,” kata dokter tersebut. Arvinanto, Sp.JP(K), FIHA pada konferensi pers yang digelar di Jakarta, Jumat.

Menanggapi laporan Kementerian Kesehatan tentang penyebab meninggalnya KPPS, Irwin mengatakan, “Petugas KPPS yang sebelumnya memiliki riwayat darah tinggi kemungkinan mengalami serangan jantung setelah pecahnya plak di pembuluh darah. Sedang bertugas

Selain plak, potensi lain yang bisa terjadi adalah jika tekanan darah petugas naik di atas 110/180 sehingga menyebabkan pembuluh darah di jantung atau otak tiba-tiba pecah.

KPU Jateng Catat 15 Anggota KPPS Meninggal

Para Ahli Sebut Kelelahan Tak Sebabkan Kematian Mendadak pada Orang

Pecahnya plak bisa disebabkan oleh tekanan darah tinggi atau tergantung kondisi plak, kata Erwin.

Dokter Jantung Siska Suridanda Danny, SpJP(K), FIHA juga menambahkan, kemungkinan tekanan darah tinggi akibat KPPS disebabkan oleh kelelahan, stres emosional, bahkan kurang tidur.

Semua ini dapat meningkatkan produksi hormon stres dalam tubuh kita. “Peningkatan ini sebagian bersifat konstitutif atau menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan tekanan darah meningkat secara tiba-tiba,” kata Siska.

Menurutnya, tubuh manusia sangat sulit mengimbangi peningkatan tekanan darah yang tiba-tiba. Oleh karena itu, jika tekanan darah tiba-tiba meningkat akibat penumpukan lemak atau plak di pembuluh darah, maka penderitanya akan terkena serangan jantung.

“Mungkin perlu diingat bagi mereka yang bekerja dalam kondisi ekstrim, stres emosional dan fisik bukan satu-satunya KPPS. Tapi mohon istirahat yang cukup dan juga memperhatikan penyakit yang ada,” kata Siska.

Sementara itu, jumlah petugas KPPS yang terbunuh dan berhasil ditelusuri mencapai 108 orang, berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan pada 10-22 Februari 2024 hingga pukul 12.00 WIB.

Rinciannya, KPPS 58 orang, Linma 20 orang, petugas 12 orang, saksi 9 orang, Bawaslu enam orang, dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) tiga orang. Jika digolongkan berdasarkan usia, sebagian besar pasien meninggal berusia antara 51 hingga 60 tahun.

Penyebab kematian paling umum adalah penyakit jantung Kematian pada saat kedatangan (DOA), tekanan darah tinggi, kecelakaan dan Syok septik.

Praktisi Menyarankan Penyelenggara Pemilu Peka Terhadap Keluhan Kesehatan

Dinkes Jabar: Petugas Pemilu yang meninggal mayoritas mengidap penyakit penyerta

Koresponden: Harilvita Dharma Shanti
Diedit oleh: Zita Mirina
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *