Dokter: Skrining dini meningkatkan tingkat pengobatan kanker

Jadi harapannya kita bisa melakukan pengobatan yang lebih baik dan lebih baik serta efek samping operasi dan jumlah pengobatan serta jumlah kontrolnya akan lebih baik.

Jakarta (JurnalPagi) – Dokter spesialis onkologi radiasi RS Perasahabatan dr Yuki Andrianto mengatakan, skrining dini dapat meningkatkan angka kesembuhan dan mengendalikan efek samping pengobatan kanker.

Nah sebenarnya ada empat penyakit kanker umum di Indonesia yang bisa dilakukan penyaringan. Selain memperbaiki pola hidup, hal ini bisa kita lakukan penyaringan “Jadi harapannya kita bisa melakukan pengobatan yang lebih baik dan lebih baik lagi, begitu pula efek samping operasinya, serta jumlah pengobatannya dan jumlah pengendaliannya,” kata Yuki dalam pesan di laman Instagram Kementerian Kesehatan. Anda harus tahu tentang radioterapi” di Jakarta, Selasa.

Empat jenis kanker yang paling umum terjadi di Indonesia adalah kanker payudara, kanker serviks, kanker paru-paru, dan kanker usus besar.

Ia menjelaskan, pemeriksaan payudara dilakukan sendiri dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan langkah-langkahnya melalui situs resminya, termasuk memperhatikan benjolan payudara atau memeriksa apakah ada cairan yang keluar dari puting.

Dokter Jelaskan Perbedaan Radioterapi Eksternal dan Internal

Yuki menambahkan, pemeriksaan payudara juga bisa dilakukan dengan menggunakan mammografi.

Katanya: Mamografi pada kasus payudara itu pada usia 35 tahun atau bahkan lebih muda, misalnya 30 tahun, kalau ada risiko tinggi misalnya.

Lanjutnya, untuk skrining kanker serviks, perlu dilakukan tes Pap smear pada orang yang sudah menikah, berhubungan seks, atau berisiko, misalnya pada usia 20 tahun.

“Atau yang paling sederhana adalah IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) yang bisa dilakukan di puskesmas setempat,” kata Yuki.

Dokter Onkologi Bagikan Tips Sehat untuk Pasien yang Menjalani Radioterapi

Skrining kanker paru pada individu berisiko tinggi, seperti perokok, dapat dilakukan dengan CT scan dosis rendah, tambah Yuki.

Ia juga mengatakan tentang kanker usus besar: Hal ini dapat dilakukan dengan memeriksa feses atau feses, seperti memeriksa bentuk, konsistensi buang air besar, frekuensi buang air besar, bahkan memperhatikan penurunan berat badan.

Dokter menyarankan untuk tidak khawatir, karena kanker saat ini sudah dapat disembuhkan, bahkan pada tahap pra-kanker atau tahap awal.

“Jadi TIDAK Jangan khawatir, katanya, “teruslah berkonsultasi dengan profesional medis, diskusikan jenis nyeri yang Anda alami, dan temukan pengobatan terbaik.”

Dokter: Radioterapi Hancurkan Sel Ganas Lewat Cahaya

Koresponden: Makkah Yumna Ning Prisieh
Editor: Risbani Fardanieh
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *