Dokter mengingatkan perlunya asupan protein hewani yang cukup bagi balita

Jakarta (JurnalPagi) – Presiden Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Piperim Basarah Januarso, SpA(K) mengingatkan perlunya kecukupan protein hewani bagi anak usia di bawah lima tahun (balita) agar tidak mendapatkannya. tidak sempurna.

“Saklarnya adalah pertumbuhan menyalakan Bila kadar asam amino esensial dalam darah mencukupi dan sumber asam amino esensial hanya dari protein hewani, bukan nabati.

BKKBN: Anggaran BOKB Jateng Bagian Difokuskan untuk Kurangi Pertumbuhan Pendek.

Perawakan pendek merupakan kondisi yang mempengaruhi fisik dan otak anak akibat kekurangan gizi jangka panjang. Data Survei Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa 23% bayi yang lahir bertubuh pendek, sehingga intervensi harus dimulai sebelum bayi lahir dan bahkan saat bayi perempuan berusia remaja.

Sayangnya, masih ada anak-anak saat ini yang justru mengonsumsi jajanan tidak sehat, termasuk makanan cepat saji, makanan ultra-olahan yang tinggi gula dan karbohidrat tetapi rendah protein hewani, kata Piperim.

Ahli Gizi Bagikan Tips Putus Rantai ‘Sesak’ pada Balita

Dia berkata: “Dalam hal kandungan makronutrien, (makanan) tidak memiliki kondisi yang diperlukan untuk kesehatan dan dalam hal ini untuk mencegah stunting.” Cemilan tidak mengandung protein hewani sehingga mencegah stunting sulit dilakukan.

Tidak hanya itu, lanjutnya, makanan yang dimakan anak-anak, bahkan dengan standar keamanan, terlalu tinggi untuk dipenuhi. Salah satu jenis makanan yang mengandung nitrogen cair.

Terkait pentingnya konsumsi protein hewani pada anak, Piperim mengatakan bahwa topik yang akan dibahas pada Hari Gizi Nasional beberapa hari mendatang adalah, “Piringku penuh dengan protein hewani.” Ia menegaskan sekali lagi bahwa protein hewani merupakan sumber makanan yang dapat mencegah anak dari stunting.

Piperim mengatakan: Selain sebagai makanan sehat, komposisinya dapat mencegah perawakan pendek, mencegah obesitas, dan aman untuk tubuh anak-anak serta tidak menyebabkan perut bocor, berlubang, perlu operasi, dll.

Kemenko PMK ingatkan pentingnya protein hewani untuk cegah stunting

Kepala BKKBN: Aceh punya banyak kuliner lokal untuk mengatasi perawakan pendek

Mahasiswa UNG Manfaatkan Daun Kelor Untuk Cegah Pertumbuhan Pendek

Koresponden: Lia Vanadriani Santosa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *