jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 16, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Dokter Spesialis Penyakit Dalam Dr. dokter. Soroy Lardo, Sp.PD, K.PTI, FINASIM mengatakan seseorang yang terkena demam berdarah dengue (DBD) untuk kedua kalinya memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan serangan pertama.

Oleh karena itu, jika terjadi serangan kedua yang disebut infeksi sekunder, maka demam berdarah akan menjadi serius, kata Surui dalam media briefing Pengurus Besar Persatuan Dokter Indonesia (PB IDI) tentang Penatalaksanaan Terpadu DBD yang digelar secara online. Selasa dipantau dari Jakarta.

Ia mengatakan, menurut sebuah penelitian, infeksi sekunder menyebabkan terbentuknya kompleks antibodi.

“Dengan demikian, antibodi yang terbentuk pada demam berdarah pertama membentuk kompleks untuk mereplikasi virus lebih lanjut,” kata Soroi.

Waspadai Tahap Kritis Penderita Demam Berdarah Dengue

Demam berdarah dengue disebabkan oleh infeksi virus dengue yang umumnya ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Virus ini dapat menyebabkan kebocoran pada pembuluh darah. Jika terjadi kebocoran pembuluh darah yang salah satunya ditandai dengan trombositopenia atau jumlah trombosit yang rendah, hal ini diperparah dengan syok dan pendarahan.

Pengawasan harian adalah kunci untuk memerangi demam berdarah, kata Sorovi. Bila trombosit dalam tubuh turun di bawah 100.000 mikroliter, sebaiknya segera berobat ke dokter.

Gejala klinis yang umum dialami penderita demam berdarah antara lain demam, nyeri di belakang mata, nyeri sendi, mual, muntah, dan munculnya bintik-bintik merah di kulit.

Suravi mengatakan, Kalau begitu, kita pahami tahapan perjalanan klinisnya, stadium demam satu sampai tiga hari, stadium kritis tiga sampai enam hari, dan stadium pemulihan 6 sampai 10 hari.

Perawatan yang baik pada fase kritis dapat berperan penting dalam mencegah komplikasi serius. Dalam fase pemulihan,Umumnya pasien disarankan istirahat selama lima hari karena sisa virus masih ada di dalam tubuh.

Soroi juga mengatakan, pasien demam berdarah terkadang masih merasa lemas setelah tiga minggu.

IDAI Lampung: Tingkatkan Vaksinasi DBD untuk Cegah Penularan pada Anak

Ketahui Gejala Demam Berdarah Agar Tidak Semakin Parah

Mahasiswa UGM mencetuskan ide pemanfaatan kulit mangga untuk menurunkan kasus DBD.

Koresponden: Fetor Rochman
Editor: Natisha Andarningtias
Hak Cipta © JurnalPagi 2024