Dokter: Harapan hidup anak penderita kanker tergantung pada diagnosis dan pengobatan

Jika Anda merasakan keluhan seperti perut membuncit, sering demam, benjolan, sakit kepala terus-menerus, pucat atau berdarah, dan nyeri tulang, segera konsultasikan ke dokter.

Tangerang (JurnalPagi) – Dokter Spesialis Anak dr Dina Garniasih, Konsultan Hematologi Onkologi mengatakan, kanker pada anak tidak bisa dicegah, sehingga harapan hidup pasien sangat bergantung pada kecepatan diagnosis dan pengobatan.

“Jika Anda merasakan keluhan seperti perut kembung, sering demam, benjolan, sakit kepala berkepanjangan, pucat atau berdarah, dan nyeri tulang, segera konsultasikan ke dokter,” kata dr Dina dalam keterangannya di Tangerang, Banten, Rabu.

Menurutnya, dengan penanganan yang cepat dan pengobatan yang tepat, masih ada harapan bagi pasien untuk sembuh dan kembali beraktivitas normal.

Dokter: Memar dan pucat tanpa sebab yang jelas bisa jadi gejala awal kanker pada anak.

Ia mengatakan, beberapa pengobatan kanker seperti kemoterapi, radioterapi, dan pembedahan dapat diberikan kepada anak. Namun langkah ini ditinjau dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Ia berkata: “Oleh karena itu, pada dasarnya setiap pasien memiliki riwayat yang berbeda, dan pengobatan yang tepat ditentukan untuknya.

Sedangkan menurut data World Cancer Observatory pada tahun 2020, jumlah penderita kanker pada anak usia 0 hingga 19 tahun tercatat sebanyak 11.156 orang.

Dokter RSUD: Anak yang Mendadak Memar Sebaiknya Segera Periksa ke Dokter.

Kemudian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2021, hanya kurang dari 30% kasus kanker anak di Indonesia yang dapat disembuhkan.

Kata dr Rina, salah satu penyebab utamanya adalah keterlambatan diagnosis sehingga pengobatan kurang maksimal.

Dokter: Psikoterapi penting untuk mendukung anak menjalani kemoterapi


Koresponden : Achmed Irfan
Editor: Risbani Fardanieh
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *