Civitas akademika UI menuntut pemilu yang bebas dari intimidasi

Kami peduli terhadap kehidupan demokrasi serta menjaga kedaulatan di tangan rakyat.

Jakarta (JurnalPagi) – Civitas akademika yang terdiri dari warga dan lulusan Universitas Indonesia (UI) membacakan petisi nasional yang menyerukan pemilu bebas dari intimidasi.

“Berdasarkan semangat kebebasan akademik yang kita miliki, kami berdiri di sini dan menghimbau kepada warga dan alumni UI, serta seluruh warga negara Indonesia, untuk segera menutup barisan,” kata Rektor UI. Panel fakultas Harkristuti Harkrisnowo di UI, Depok, Jawa Barat, Jumat.

Selain bebas dari intimidasi, mereka juga menuntut hak masyarakat untuk memilih dalam pemilu harus diberikan tanpa rasa takut sehingga pemilu dapat terselenggara dengan jujur ​​dan adil.

Berikutnya, civitas akademika UI meminta agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), pejabat pemerintah, serta TNI dan Polri dibebaskan dari keharusan untuk memenangkan salah satu pasangan calon.

Harchristoti melanjutkan: Keempat, kami meminta seluruh perguruan tinggi di tanah air untuk memantau dan mengawasi secara ketat pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di daerah masing-masing.

Dalam seruan nasional tersebut, Harchristotti menegaskan bahwa UI merupakan kampus perjuangan yang telah melahirkan para pejuang di masa lalu dalam menghadapi peristiwa sulit.

Harkistuti juga menyampaikan bahwa civitas UI tidak pernah diam dalam menjalankan aktivitas akademiknya.

Katanya: “Kami menjaga kehidupan demokrasi dan juga menjaga kedaulatan agar tetap berada di tangan rakyat.”

Warga dan alumni UI tak ingin supremasi hukum dan demokrasi hilang di Tanah Air. Untuk itu, mereka mengingatkan pentingnya pemerintahan dan etika sosial, terutama untuk memberantas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Mereka juga memperingatkan para pejabat dan elit politik dan hukum untuk tidak mengingkari sumpahnya demi kepentingan dan kekuasaan pribadi.

Pak Supomo, salah satu perancang UUD 1945, Presiden UI tahun 1951 hingga 1954, berpesan agar civitas akademika Universiti Van Indonesia dengan otonomi atau kebebasan akademik yang melekat padanya, hendaknya mampu merebut kembali masa keemasan Sriwijaya. . Itu adalah pusat ilmu pengetahuan dan kemakmuran, kata Harchristoti.

Koresponden: Fateh Putra Molya
Diedit oleh: Chandra Hamdani Noor
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *