CHRM2 Universitas Jember meraih beasiswa StuNed

Jakarta (JurnalPagi) – Pusat Hak Asasi Manusia, Multikulturalisme dan Migrasi (CHRM2) Universitas Jember meraih beasiswa Studeren di Belanda (StuNed) untuk pelatihan capacity building guna mendukung implementasi regulasi inklusif yang diselenggarakan oleh Centre for International Kerjasama Hukum (CILC).

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membangun kapasitas staf CHRM2 untuk memberikan dukungan teknis kepada pemerintah daerah dan legislator untuk menilai, meninjau dan memantau peraturan di bidang pemajuan hak asasi manusia (HAM), kata Ivan Taruna, Rektor Universitas Jember, East Jawa. Terutama disabilitas dan hak gender.

CHRM2 didirikan pada tahun 2016 sebagai pusat penelitian di Universitas Jember dalam bidang HAM dengan pengembangan kajian multidisiplin, ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.

Ivan menjelaskan, salah satu hasil riset CHRM2 menunjukkan legislator di berbagai daerah di Indonesia masih mengutamakan pembuatan undang-undang untuk kepentingan mayoritas masyarakat.

Legislator di berbagai daerah tersebut kurang memperhatikan hak-hak kelompok rentan, termasuk perempuan, kelompok difabel, dan anak-anak.

Stuned berikan 4.619 beasiswa kepada masyarakat Indonesia

Selama tiga tahun terakhir, CHRM2 telah melakukan upaya kerjasama dengan berbagai pihak guna memaksimalkan pemajuan HAM di Indonesia.

Salah satu upaya tersebut adalah dengan mengevaluasi efektifitas peraturan daerah seperti Peraturan Daerah Kabupaten Jember (Perda) Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.

Perda memuat berbagai norma yang mendukung terwujudnya hak-hak penyandang disabilitas, seperti hak atas pekerjaan, namun faktanya belum ada satu pun penyandang disabilitas yang bekerja di perusahaan swasta atau perusahaan daerah.

Pelatihan yang digelar di kampus Universitas Jember ini juga digelar secara daring pada Senin (16/1) dengan dihadiri Mark Hengstman, Wakil Kepala Departemen Politik Kedutaan Besar Kerajaan Belanda dan Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter Van Tugel.

Sebanyak 20 peserta pelatihan yang sebagian besar berasal dari Jember terdiri dari peneliti HAM dari Universitas Jember, Kiai Haji Achmed Siddique dari Universitas Islam Negeri (UIN KHAS) Jember, anggota DPRD, pegawai pemerintah daerah dan penyandang disabilitas.

Fakultas Teknik UB Raih Beasiswa Stuned untuk Penanganan Banjir

Koordinator pelatihan CILC, Adeline Tibakuitira, menjelaskan pelatihan akan dilakukan dalam dua tahap, pelatihan offline selama satu minggu dan kemudian online pada Februari 2023.

Pelatihan daring akan dilakukan untuk membahas bagaimana pelatihan akan dilaksanakan oleh para peserta dalam bentuk rencana aksi peningkatan kualitas dan proses penyusunan peraturan daerah yang inklusif.

Sebagai informasi, StuNed merupakan program beasiswa yang merupakan bagian dari kebijakan kerjasama pembangunan pemerintah Belanda, yang dituangkan dalam kerangka kebijakan tahun jamak dengan beberapa prioritas.

Prioritas tersebut meliputi ekonomi sirkuler kewirausahaan yang berkelanjutan, keamanan dan penegakan hukum (security and rule of law), pertanian-pangan dan hortikultura, serta pengelolaan air.

Beasiswa StuNed 20 Tahun Pemerintah Belanda untuk Indonesia

Beasiswa StuNed telah diberikan kepada sekitar 4.800 warga negara Indonesia sejak diluncurkan pada tahun 2000.

Koresponden: Astrid Fazla Al Habiba
Editor: Bambang Sotopo Hadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *