Cara Setik.id untuk melestarikan budaya kota lama Semarang

Jadi kami sangat ingin Kota Lama diabaikan lagi

Jakarta (JurnalPagi) – Oleh-oleh apa yang Anda ingat saat berkunjung ke Semarang? Tentu sebagian besar jawabannya adalah walet lionfish, lumpia, moasi, hingga wingko babat yang sangat populer.

Tapi, oleh-oleh itu bukan sekedar makanan kan? Misalnya, batik tulis dari UMKM lokal Setik.id bisa dibeli sebagai oleh-oleh karena keunikannya yang memperlihatkan detail indah kota tua Semarang.

Didirikan oleh seorang wanita muda bernama Jessie Satyawati, merek fesyen ini menggambarkan kota tua Semarang lebih detail dalam desainnya, tidak seperti kebanyakan batik daerah yang langsung memasukkan simbol pariwisata ke dalam desainnya.

Motif batik Setik.id terinspirasi dari detail fasad atau bagian bangunan yang sangat indah. keluar dari kotak

Jalan-Jalan Menikmati Peninggalan Sejarah Kota Tua Semarang

“Jadi tujuannya adalah untuk menceritakan kisah Kota Lama sebagai warisan budaya dan bukan sekedar tujuan wisata. Bisa juga karya lain berupa kain,” ujar Jesse menceritakan awal mulanya saat ditemui. Baru-baru ini, ia membuat batik tulis.

Ia mengatakan, keinginannya untuk melestarikan budaya melalui motif sudah berlangsung sejak 2012, namun karena penciptaan motif-motif tersebut tidak mudah, idenya mulai terealisasi pada 2015.

Jesse membuat total sepuluh motif dari sembilan bangunan ikonik di kota tua Semarang.

Beberapa bangunan terkenal antara lain Gedung Monod, Gereja Blenduk GPIB Immanuel Semarang, hingga bekas kantor perusahaan asuransi Belanda bernama Nilmij atau kini dikenal dengan Gedung Asuransi Jiwasraya.

Saat bertemu, pria 32 tahun itu memamerkan dua desain yang terinspirasi dari gereja Blenduk.

Motif pertama terinspirasi dari tangga spiral di dalam gereja.

Untuk menambah kedalaman, Jesse juga menyertakan motif floral untuk pengkhotbah untuk melengkapi motif pertama ini.

Cetakan di atas kain kuning ini dengan indah menggambarkan tangga melingkar yang menghubungkan lantai pertama dan kedua Gereja Blenduk, yang telah ada sejak tahun 1753.

Tempat Wisata di Samrang Bakal Dibuka Kembali

Editor: Sorianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *